kabar

Dato Tahir akan serahkan donasi US$ 10 juta buat pengungsi secara global di Dubai

Penyerahan sumbangan akan berlangsung pada 17 November mendatang sekaligus pengukuhan Dato Tahir sebagai Eminent Advocate dari UNHCR.

28 Oktober 2016 21:19

Kepedulian bos Mayapada Group Dato Tahir terhadap penderitaan pengungsi tidak berhenti pada pengungsi Suriah di Yordania. Lewat Tahir Foundation miliknya, dia bakal menggelontorkan dana US$ 10 juta buat menangani pengungsi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dato Tahir menjadi konglomerat Indonesia pertama memberikan bantuan sekaligus mengunjungi kamp pengungsi Suriah. Dia memberikan bantuan buat pengungsi Suriah US$ 2 juta, masing-masing US$ 1 juta melalui UNHCR (Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi) di Yordania dan US$ 1 juta lagi lewat pemerintah Yordania.  

"Penyerahan bantuan US$ 10 juta kepada UNHCR itu akan dilakukan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), pada 17 November mendatang," kata Nico Adam, pejabat di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Amman, Yordania, kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini. "Sekaligus mengukuhkan Dato Tahir sebagai Eminent Advocate dari UNHCR."

Tanpa bermaksud menyombongkan diri, Dato Tahir bilang dia orang ketiga di dunia menerima penghargaan itu. "Dua tokoh lainnya pernah mendapat kehormatan serupa adalah Syekha Jawahir al-Qasimi dari Syarjah, UEA, dan pengusaha terkenal asal Amerika Hamdi Ulukaya," ujarnya.

Dato Tahir mengatakan kunjungannya ke kamp pengungsi Suriah sekaligus pemberian bantuan US$ 2 juta untuk menunjukkan betapa orang Indonesia peduli terhadap nasib para pengungsi di planet ini.

Krisis pengungsi saat ini yang terbesar setelah Perang Dunia Kedua. Arus pengungsi dari beragam wilayah konflik telah menjadi persoalan global. Krisis pengungsi melanda negara-negara di Eropa, Asia, dan Afrika.  

Dato Tahir bilang pemandangan dia saksikan di kamp Azraq merupakan salah satu tragedi kemanusiaan yang terbesar dalam sejarah. "Kehormatan atau harga diri para pengungsi ini dirampas oleh pihak-pihak bertikai meninggalkan keluarga dan anak anak mereka kehilangan masa depan," ujarnya. "Siapapun manusia tidak akan sanggup melihat mata anak-anak pengungsi Suriah kosong, meski mereka tertawa dan gembira menyambut kita."

Lelaki 64 tahun ini di urutan ke-12 dalam daftar orang paling tajir di Indonesia versi majalah Forbes tahun ini, dengan total kekayaan US$ 2,4 miliar.

Dato Tahir memang dikenal sebagai filantrofis. Sumbangannya paling menghebohkan sebesar US$ 75 juta untuk memberantas TBC, HIV, dan Malaria di Indonesia, bekerja sama dengan Bill & Melinda Gates Foundation.  

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bersama kelima cucu angkatnya di kamp pengungsi Suriah di Azrq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UNHCR berhasil temukan lima cucu angkat Dato Tahir di Suriah

Mereka sudah kembali ke kampung halaman mereka di Daraa.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat berbincang dengan keluarga pengungsi asal Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir kunjungi kamp pengungsi Suriah lagi

Selain ke Yordania, dia juga akan mengunjungi kamp pengungsi di Libanon.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Dato Tahir berencana tengok pengungsi di Libanon dan Irak

Dia sudah dua kali mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Yordania.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat merayakan ulang tahun ke-65 bareng anak-anak kamp pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir ingin melihat langsung kondisi Suriah

UNHCR Eminent Advocate itu sudah dua kali mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Yordania.





comments powered by Disqus