kabar

Dubai gelar KTT bahas obesitas bulan depan

Menurut WHO, lebih dari 1,9 miliar penduduk Bumi mengalami obesitas.

30 Oktober 2016 12:25

Kota Dubai di Uni Emirat Arab bakal menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi membahas krisis obesitas global.

Konferensi akan digelar pada 2 November ini akan membicarakan dampak sosial dan ekonomi dari obesitas serta penyakit terkait, seperti dilansir the Economic Events dalam keterangan tertulis.

Acara ini akan dilansungkan saat Dubai tengah menyusun aturan untuk menangani masalah obesitas di kalangan pelajar.

Kepala Otoritas Layanan Kesehatan Dubai Puteri Haya binti Husain akan memberikan sambutan pembuka soal pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memberantas krisis identitas.

"Konferensi ini terjadi di saat mendesak dan kritis," kata Kay Westmoreland, Kepala The Economist Group untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika. "Obesitas meningkat di seluruh dunia dan mempengaruhi kesehatan, sosial, dan ekonomi rakyat dan pemerintah secara global."

Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), lebih dari 1,9 miliar penduduk Bumi mengalami obesitas. Sekitar 26 juta orang di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara menderita kegembrotan berlebihan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

Obyek wisata Bingkai Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, dibuka buat umum sejak 1 Januari 2018. (Supplied)

Penyanyi Israel jadi tamu kehormatan pangeran Abu Dhabi

Omer bahkan merayakan ulang tahunnya dengan pesta mewah digelar Syekh Hamad bin Khalifah di Kota Dubai.

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.





comments powered by Disqus