kabar

Libanon akhirnya punya presiden

Arab Saudi menolak terpilihnya Misyal Aun, merupakan sekutu dari Hizbullah.

01 November 2016 11:42

Setelah kosong lebih dari dua tahun, Libanon akhirnya memiliki presiden. Dalam pemilihan digelar anggota parlemen kemarin di Ibu Kota Beirut, pensiunan jenderal angkatan darat Misyal Naim Aun terpilih menjadi presiden ke-12 Libanon.

Lelaki 81 tahun ini mengisi jabatan telah ditinggalkan Misyal Sulaiman, habis masa jabatannya akhir Mei 2014. Aun terpilih dalam usaha ke-46 parlemen buat menentukan presiden.

Pemungutan suara dilangsungkan menghasilkan 83 suara mendukung Aun, sedangkan 36 lainnya memberikan kertas kosong, dan delapan kertas suara tidak sah.  

Para duta besar dan diplomat, termasuk Duta Besar Suriah buat Libanon Ali Abdul Karim Ali, menghadiri voting di gedung parlemen itu. Pengamanan di Beirut diperketat. Suasana di ibu kota lebih sepi dari biasanya, sekolah dan kampus-kampus tutup. Hanya para pendukung Aun berkumpul di jalan-jalan.

Kemenangan Aun, sekutu dari Hizbullah ini, tidak lepas dari sokongan dua musuh berbuyutannya: pemimpin Partai Pasukan Kristen Libanon Samir Geagea dan mantan Perdana Menteri Saad Hariri, beraliran Sunni.

Hariri memiliki alasan kuat untuk mendukung Aun, pemimpin dari FPM ( Gerakan Patriotik Kemerdekaan). "Ini penting untuk melindungi Libanon, melindungi sistem politik, melindungi negara dan rakyat Libanon," katanya.

Sebagai kompromi, Rami G. Khouri, profesor jurnalisme di the American University of Beirut, memperkirakan Aun bakal menunjuk Hariri sebagai perdana menteri agar terjadi keseimbangan dan sistem politik berfungsi lebih efisien. "Kami memperkirakan Hariri akan menjadi perdana menteri untuk beberapa tahun," ujarnya.

Arab Saudi sejak awal menolak mendukung Aun karena telah menjadi sekutu Hizbullah, disokong oleh Iran, merupakan musuh bebuyutan Saudi dalam perebutan pengaruh di Timur Tengah.   

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah rutin bertemu Aun dalam dua tahun belakangan, membahas perkembangan di Libanon dan Suriah, di mana Hizbullah ikut bertempur membela rezim Presiden Basyar al-Assad.

Sesuai konvensi disepakati sehabis perang saudara di Libanon pada 1975-1990, presiden menjadi hak orang Nasrani. Sedangkan muslim Sunni memiliki hak eksklusif menjadi perdana menteri dan muslim Syiah buat jabatan ketua parlemen.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

Obyek wisata Bingkai Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, dibuka buat umum sejak 1 Januari 2018. (Supplied)

Penyanyi Israel jadi tamu kehormatan pangeran Abu Dhabi

Omer bahkan merayakan ulang tahunnya dengan pesta mewah digelar Syekh Hamad bin Khalifah di Kota Dubai.

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.





comments powered by Disqus