kabar

Pangeran Saudi dihukum cambuk

Vonis ini dilaksanakan setelah pertengahan bulan lalu Pangeran Turki bin Saud al-Kabir dieksekusi mati karena membunuh.

03 November 2016 10:10

Seorang pangeran Arab Saudi tidak disebutkan identitasnya telah dihukum cambuk Senin lalu. Hukuman itu dilaksanakan dalam sebuah penjara tempat dia mendekam di Kota Jeddah, seperti dilansir surat kabar Okaz kemarin.

Anggota keluarga kerajaan ini divonis cambuk dan penjara karena terbukti bersalah melakukan kejahatan, namun tidak ada penjelasan soal kasus membelit sang pangeran.

Okaz melaporkan hukuman cambuk itu dilakukan seorang polisi, tapi tidak disebutkan berapa kali sang pangeran dicambuk. Vonis ini dilaksanakan setelah hasil pemeriksaan kesehatan menyimpulkan terpidana istimewa itu sehat untuk menjalani hukum cemeti.

Hingga artikel ini dilansir, juru bicara Kementerian Kehakiman Arab Saudi tidak bisa dimintai komentar.

Hukuman cambuk atas pangeran Saudi ini terjadi setelah pertengahan bulan lalu Pangeran Turki bin Saud al-Kabir dieksekusi mati setelah terbukti bersalah membunuh seorang pemuda.

Bagi orang luar, eksekusi mati terhadap Pangeran Turki kabar sangat menghebohkan, namun menurut Pangeran Faisal bin Farhan, untuk keluarga kerajaan berita itu biasa saja. Sebab Raja Salman sudah dikenal tegas dalam menegakkan hukum jauh sebelum dia naik takhta.

Pangeran Faisal menjelaskan semasa menjabat Gubernur Riyadh, Pangeran Salman bertanggung jawab mengatur perilaku keluarga kerajaan, khususnya pangeran-pangeran muda. Dalam beberapa kasus, dia memberlakukan hukuman disiplin kepada pangeran karena bertindak tidak sepatutnya.

Dia mengatakan saat ini terdapat sejumlah pangeran mendekam dalam penjara karena terlibat kejahatan. Dia bilang pengadilan perdata atas sengketa bisnis melibatkan keluarga kerajaan hal lumrah di Arab Saudi.

"Raja Salman pernah bilang tidak boleh ada orang segan menuntut seorang pangeran ke pengadilan, termasuk dirinya sebagai individu, juga bisa diadili," tutur Pangeran Faisal. "Faktanya, beberapa pangeran senior kalah dalam kasus perdata."

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi masih tahan selusin pangeran di Penjara Al-Hayar

Mereka menolak menyerahkan sebagian harta mereka sebagai syarat pembebasan.

Rekaman video menunjukkan seorang pangeran Arab Saudi menyerang dua polisi di Kota Madinah, 14 Juni 2018. (Media Sosial)

Pangeran Arab Saudi pukuli dua polisi di Madinah

Polisi sudah menangkap keempat tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Trump sokong penangkapan atas para pangeran di Arab Saudi

Sikap Trump berubah mendukung Pangeran Muhammad bin Salman setelah menerima fulus.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Daftar pangeran, pengusaha, dan pejabat Arab Saudi ditahan atas dugaan korupsi

Mereka yang ditangkap termasuk Pangeran Al-Walid bin Talal dan Bakr Bin Ladin, pemilik perusahaan konstruksi Saudi Binladin Group.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

14 Desember 2018

TERSOHOR