kabar

Turki bantah dukung demonstrasi anti-Ahok

"Tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Recep Tayyip Erdogan menyokong unjuk rasa itu," kata Gurbuz.

05 November 2016 21:04

Duta Besar Turki untuk Indonesia Sander Gurbuz membantah negaranya mendukung demonstrasi berlangsung di Jakarta Jumat lalu, menuntut Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diadili atas dugaan penistaan agama.

"Tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Recep Tayyip Erdogan menyokong unjuk rasa itu," kata Gurbuz saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya kemarin. Bantahan ini dia sampaikan terkait kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Turki Suay Alpay ke Masjid Istiqlal sehari sebelum demonstrasi berlangsung.

Gurbuz menambahkan dirinya mendampingi Alpay ketika itu tengah mengadakan tur ke Monumen Nasional dan Masjid Istiqlal. "Dia tengah dalam agenda buat menghadiri pameran Indo Defense," ujarnya. "Sayangnya saat itu ada sekitar 20-30 demonstran menghampiri."  

Aksi 4 November oleh sekitar tiga juta umat Islam itu berakhir ricuh ketika ada sekelompok massa tidak dikenal beratribut Himpunan Mahasiswa Islam berusaha mendobrak barikade polisi di depan istana presiden. Polisi membalas dengan menembakkan gas air mata. Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dan puluhan lainnya luka.

Massa memnuhi keempat jalan Medan Merdeka mengelilingi Taman Monumen Nasional, termbus hingga ke Bundaran Hotel Indonesia.

Foto Aisyah bersama suaminya di pelaminan, pemberian seorang pemberontak kepada saya saat berkunjung ke rumah Aisyah di Tripoli, Libya, 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Janda dan dua anak dari mendiang Muammar Qaddafi diizinkan bepergian ke mana saja

Hanya Saif al-Islam, anak Qaddafi memilih tinggal di Libya.

Menteri Informasi Libanon George Qardahi mundur pada 3 Desember 2021. (Middle East in 24)

Menteri informasi Libanon berhenti agar hubungan dengan Saudi membaik

Qardahi menyebut Al-Hutiyun membela diri dari agresi Saudi dan sekutunya.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Duta besar Saudi bantah negaranya ancam Indonesia untuk tolak resolusi soal perang Yaman

"Hubungan antara Saudi dan Indonesia kukuh dan tidak berdasarkan ancaman atau ketidaksepakatan," kata Isam Abid.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Saudi ancam Indonesia jika tidak tolak resolusi untuk selidiki kejahatan perang di Yaman

Saudi akan mempersulit warga Indonesia berhaji dan berumrah kalau tidak menolak resolusi itu.





comments powered by Disqus