kabar

Botol susu dan dot berhias emas picu kehebohan di Arab Saudi

Harganya mulai US$ 400 hingga US$ 1.333, bergantung pada jenis batu mulia dan kadar karatnya.

06 November 2016 04:22

Kontroversi tengah meruap di kalangan masyarakat Arab Saudi lantaran beredarnya produk botol susu dan dot bayi berhias emas. Harganya mulai US$ 400 hingga US$ 1.333, bergantung pada jenis batu mulia dan kadar karatnya.

Penjual perhiasan Muhammad al-Arbasy bilang kepada stasiun televisi MBC, produk mahal ini bukan barang baru. Dia menjelaskan ayahnya sudah mulai menjual botol susu dan dot bayi berhiaskan emas sejak tiga dasawarsa lalu. Dia menambahkan bahkan masih menyimpan botol susu berlapis emas dibelikan ibunya pada 1982.

Dia mengungkapkan harga botol susu itu sesuai batu permata menjadi hiasannya - emas, berlian, dan lainnya - serta kadar karatnya. Ada botol susu berhiaskan emas sampai 21 karat.

Para pengguna media sosial mengecam fenomena botol susu dan dot bayi bertakhtakan emas. Mereka menilai itu sangat berlebihan.

Menteri Informasi Libanon George Qardahi mundur pada 3 Desember 2021. (Middle East in 24)

Menteri informasi Libanon berhenti agar hubungan dengan Saudi membaik

Qardahi menyebut Al-Hutiyun membela diri dari agresi Saudi dan sekutunya.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Duta besar Saudi bantah negaranya ancam Indonesia untuk tolak resolusi soal perang Yaman

"Hubungan antara Saudi dan Indonesia kukuh dan tidak berdasarkan ancaman atau ketidaksepakatan," kata Isam Abid.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Saudi ancam Indonesia jika tidak tolak resolusi untuk selidiki kejahatan perang di Yaman

Saudi akan mempersulit warga Indonesia berhaji dan berumrah kalau tidak menolak resolusi itu.

Rabbi Yaakov Yisrael Herzog asal Israel merayakan hari kedua Hanukkah di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 29 November 2021. (Rabbi Yaakov Yisrael Herzog)

Rabbi asal Israel rayakan Hanukkah di Arab Saudi

Rabbi Yaakov mengklaim dirinya adalah kepala rabbi di Arab Saudi.





comments powered by Disqus