kabar

Botol susu dan dot berhias emas picu kehebohan di Arab Saudi

Harganya mulai US$ 400 hingga US$ 1.333, bergantung pada jenis batu mulia dan kadar karatnya.

06 November 2016 11:22

Kontroversi tengah meruap di kalangan masyarakat Arab Saudi lantaran beredarnya produk botol susu dan dot bayi berhias emas. Harganya mulai US$ 400 hingga US$ 1.333, bergantung pada jenis batu mulia dan kadar karatnya.

Penjual perhiasan Muhammad al-Arbasy bilang kepada stasiun televisi MBC, produk mahal ini bukan barang baru. Dia menjelaskan ayahnya sudah mulai menjual botol susu dan dot bayi berhiaskan emas sejak tiga dasawarsa lalu. Dia menambahkan bahkan masih menyimpan botol susu berlapis emas dibelikan ibunya pada 1982.

Dia mengungkapkan harga botol susu itu sesuai batu permata menjadi hiasannya - emas, berlian, dan lainnya - serta kadar karatnya. Ada botol susu berhiaskan emas sampai 21 karat.

Para pengguna media sosial mengecam fenomena botol susu dan dot bayi bertakhtakan emas. Mereka menilai itu sangat berlebihan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

Obyek wisata Bingkai Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, dibuka buat umum sejak 1 Januari 2018. (Supplied)

Penyanyi Israel jadi tamu kehormatan pangeran Abu Dhabi

Omer bahkan merayakan ulang tahunnya dengan pesta mewah digelar Syekh Hamad bin Khalifah di Kota Dubai.

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.





comments powered by Disqus