kabar

Sebut Wahabi sumber ekstremisme dan terorisme, menteri agama Tunisia dicopot

Menteri Agama Tunisia Nuruddin al-Khadimi pada 2012 bilang sekitar 400 dari lima ribu lebih masjid di negaranya telah jatuh ke tangan kaum Salafi ultra-konservatif.

06 November 2016 17:09

Perdana Menteri Tunisia Yusuf Syahid Jumat lalu memberhentikan Menteri Agama Salim Abdul jalil lantaran menuding Wahabi di balik penyebaran paham ekstremis dan teroris.

"Karena tidak menghormati kerja pemerintah dan pernyataannya melanggar prinsip-prinsip diplomasi Tunisia," kata kantor perdana menteri lewat keterangan tertulis.

Wahabi adalah aliran dalam Islam dikembangkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab dan berpusat di Arab Saudi.  

Sehari sebelumnya, media di Tunisia melaporkan komentar Abdul Jalil di hadapan anggota parlemen. "Saya bilang kepada duta besar Saudi di Tunisia, terorisme dan ekstremisme secara historis dari negara Anda...Anda mesti mengubah kurikulum sekolah agama Anda."

Abdul Jalil belum bisa diminta komentar soal pemecatannya sebagai menteri agama.

Tunisia, salah satu negara Arab paling sekuler, mengandalkan bantuan keuangan dari Barat dan negara-negara Arab Teluk, sejak revolusi 2011 menggulingkan Presiden Zainal Abidin bin Ali, kemudian mengasingkan diri ke Arab Saudi.

Negara Arab magribi ini menjadi pengekspor jihadis terbanyak untuk bertempur bareng ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Irak, Suriah, dan Libya. Lebih dari tiga ribu warga Tunisia diyakini bergabung dengan milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu.

Menteri Agama Tunisia Nuruddin al-Khadimi pada 2012 bilang sekitar 400 dari lima ribu lebih masjid di negaranya telah jatuh ke tangan kaum Salafi ultra-konservatif.  

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.





comments powered by Disqus