kabar

Dato Tahir segera kirim 10 ribu jaket buat pengungsi Suriah hadapi musim dingin

Dia berencana mengunjungi lagi kamp pengungsi Suriah Maret tahun depan.

11 November 2016 10:50

Bos Mayapada Group Dato Tahir segera mengirim bantuan 10 ribu jaket tebal bagi para pengungsi Suriah di Yordania, buat mengatasi rasa dingin di musim salju.

Yordania dan negara-negara Arab lainnya saban November hingga Februari dibekap musim dingin.

"Saya tadinya sudah pesan di Jakarta untuk segera dikirimkan. Tapi karena agak susah mengirimnya, akhirnya diminta untuk mengirim dalam bentuk uang, kemudian dibelikan jaket di Amman," kata Dato Tahir dalam wawancara khusus dengan Albalad.co di kantornya Rabu lalu.
 
Nico Adam, pejabat di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Amman, Yordania, mengatakan biasanya paling dingin Desember sampai Januari. "Biasanya sampai 0 derajat tapi tahun lalu suhu minimum lima derajat," ujarnya kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini.

Dato Tahir, 64 tahun, akhir bulan lalu mengunjungi dua kamp pengungsi Suriah di Amman dan Azraq, daerah perbatasan Yordania dengan Irak. Dia juga memberikan bantuan dana US$ 2 juta untuk membangun tempat tinggal pengungsi, US$ 1 juta sebagai bantuan tunai diberikan tiap bulan kepada keluarga pengungsi di Amman dan Azraq.

"Hari itu juga saya transfer dananya. Dua hari kemudian, mereka sudah terima," tutur Dato Tahir. Dia mengaku tidak mengetahui berapa keluarga menjadi penerima bantuan langsung tunai dari dirinya itu. Kisarannya sekitar 80 euro sebulan.

Dato Tahir juga berencana membantu US$ 1 juta bagi pemerintah Yordania, sebagai bentuk dukungan dan rasa terima kasih karena telah bersedia menampung pengungsi Suriah. Orang paling tajir nomor 12 di Indonesia versi majalah Forbes 2016 itu juga akan membentuk dana abadi US$ 10 juta buat membantu pengungsi Suriah.

Selain itu, Dato Tahir juga memberikan bantuan US$ 200 ribu bagi semua tenaga kerja perempuan dan pelajar Indonesia di Yordania. Menurut dia, mekanisme pembagiannya diserahkan kepada KBRI Amman.

Dato Tahir merupakan konglomerat Indonesia pertama membantu dan mengunjungi kamp pengungsi Suriah. Dia berencana balik lagi ke sana Maret tahun depan. "Persiapan logistiknya mesti lebih banyak."   

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bersama kelima cucu angkatnya di kamp pengungsi Suriah di Azrq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UNHCR berhasil temukan lima cucu angkat Dato Tahir di Suriah

Mereka sudah kembali ke kampung halaman mereka di Daraa.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat berbincang dengan keluarga pengungsi asal Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir kunjungi kamp pengungsi Suriah lagi

Selain ke Yordania, dia juga akan mengunjungi kamp pengungsi di Libanon.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Dato Tahir berencana tengok pengungsi di Libanon dan Irak

Dia sudah dua kali mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Yordania.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat merayakan ulang tahun ke-65 bareng anak-anak kamp pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir ingin melihat langsung kondisi Suriah

UNHCR Eminent Advocate itu sudah dua kali mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Yordania.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

14 Desember 2018

TERSOHOR