kabar

Keluarga kerajaan Kuwait diizinkan ikut pemilihan umum

Pengadilan memutuskan konstitusi tidak melarang keluarga kerajaan mengikuti pemilihan umum.

13 November 2016 09:25

Pengadilan Tata Usaha Negara di Kuwait mengizinkan anggota keluarga kerajaan, Syekh Malik al-Humud as-Sabah, mengikuti pemilihan anggota parlemen, dijadwalkan berlangsung pada 26 November 2016.

Keputusan itu menanggapi keberatan diajukan pemerintah dan komisi pemilihan umum. Mereka menyatakan anggota keluarga kerajaan dilarang mengikuti pemilihan anggota parlemen, seperti dilansir Kuwait Times.

Pengadilan memutuskan konstitusi tidak melarang keluarga kerajaan mengikuti pemilihan umum. Karena itu, Syekh Malik harus dibolehkan mendaftar sebagai kandidat anggota parlemen.

Gugatan diajukan ke pengadilan lantaran ada protes dari sejumlah ahli konstitusi, mengklaim keluarga kerajaan tidak boleh ikut pemilihan umum menurut undang-undang.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman kucilkan satu suku karena tolak proyek Kota Neom

"Tidak ada Internet, tidak ada saluran komunikasi," kata Alia.





comments powered by Disqus