kabar

Keluarga kerajaan Kuwait diizinkan ikut pemilihan umum

Pengadilan memutuskan konstitusi tidak melarang keluarga kerajaan mengikuti pemilihan umum.

13 November 2016 16:25

Pengadilan Tata Usaha Negara di Kuwait mengizinkan anggota keluarga kerajaan, Syekh Malik al-Humud as-Sabah, mengikuti pemilihan anggota parlemen, dijadwalkan berlangsung pada 26 November 2016.

Keputusan itu menanggapi keberatan diajukan pemerintah dan komisi pemilihan umum. Mereka menyatakan anggota keluarga kerajaan dilarang mengikuti pemilihan anggota parlemen, seperti dilansir Kuwait Times.

Pengadilan memutuskan konstitusi tidak melarang keluarga kerajaan mengikuti pemilihan umum. Karena itu, Syekh Malik harus dibolehkan mendaftar sebagai kandidat anggota parlemen.

Gugatan diajukan ke pengadilan lantaran ada protes dari sejumlah ahli konstitusi, mengklaim keluarga kerajaan tidak boleh ikut pemilihan umum menurut undang-undang.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Letnan Jenderal Gadi Eizenkot. (mfa.gov.il)

Panglima angkatan bersenjata Israel kunjungi UEA

"Saat ini, Arab Saudi adalah sekutu terdekat Israel dalam semua isu regional dan internasional," kata Friedman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Konglomerat Arab Saudi berdarah Ethiopia Muhammad al-Amudi. (Arabian Business)

Arab Saudi akan adili konglomerat Muhammad al-Amudi atas dakwaan korupsi dan suap

Perdana Menteri Abi Ahmad meminta Al-Amudi dibebaskan saat mengunjungi Arab Saudi Mei lalu.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Paus Fransiskus akan gelar misa di Abu Dhabi

Sekitar sejuta ekspatriat pemeluk Katolik Roma diperkirakan hadir dalam misa itu.





comments powered by Disqus