kabar

Keluarga kerajaan Kuwait diizinkan ikut pemilihan umum

Pengadilan memutuskan konstitusi tidak melarang keluarga kerajaan mengikuti pemilihan umum.

13 November 2016 09:25

Pengadilan Tata Usaha Negara di Kuwait mengizinkan anggota keluarga kerajaan, Syekh Malik al-Humud as-Sabah, mengikuti pemilihan anggota parlemen, dijadwalkan berlangsung pada 26 November 2016.

Keputusan itu menanggapi keberatan diajukan pemerintah dan komisi pemilihan umum. Mereka menyatakan anggota keluarga kerajaan dilarang mengikuti pemilihan anggota parlemen, seperti dilansir Kuwait Times.

Pengadilan memutuskan konstitusi tidak melarang keluarga kerajaan mengikuti pemilihan umum. Karena itu, Syekh Malik harus dibolehkan mendaftar sebagai kandidat anggota parlemen.

Gugatan diajukan ke pengadilan lantaran ada protes dari sejumlah ahli konstitusi, mengklaim keluarga kerajaan tidak boleh ikut pemilihan umum menurut undang-undang.

Hamzah Yahya Kusyak, insinyur perancang sumur Zamzam, wafat dalam umur 80 tahun pada 2 Maret 2021. (Arab News/Supplied)

Insinyur perancang sumur Zamzam wafat

Yahya dilahirkan di Makkah pada 1941. Ayahnya pedagang sekaligus bekerja sebagai mutawif bagi jamaah umrah.

Sebanyak 60 mahasiswa Indonesia tengah belajar pertanian di Israel pada 2 Maret 2021 telah mendapat suntikan dosis kedua vaksin Covid-19. (Albalad.co)

60 mahasiswa Indonesia di Israel telah disuntik dosis kedua vaksin Covid-19

Diperkirakan 75 persen dari sekitar sembilan juta penduduk Israel sudah divaksinasi Covid-19 akhir bulan ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Biden siap wujudkan hubungan diplomatik Saudi dan Israel

Pada November tahun lalu, Netanyahu terbang ke Kota Neom, Arab Saudi, dan mengadakan pertemuan dengan Bin Salman. Itu menjadi pertemuan ketiga mereka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman dan dilema Biden

Bin Salman makin percaya tidak ada yang bisa membantah atau mencegah kuasa mutlaknya, sekalipun negara sebesar Amerika.





comments powered by Disqus