kabar

Ulama terkemuka Iran terlibat skandal pelacuran

Syekh Jafar Syujuni mengakui foto Falsafi dengan pelacur asli. Dia mengklaim para pelacur itu bekerja untuk polisi rahasia Iran atau Savak.

15 November 2016 05:15

Sebuah skandal melibatkan ulama garis keras di Iran Syekh Jafar Syujuni meruap lebih dari sepekan setelah dia meninggal.

Syujuni, ulama tersohor mantan anggota parlemen, terlihat dalam sejumlah foto 1970-an berada di ranjang dengan beberapa pelacur tidak diketahui identitasnya.

Foto-foto menghebohkan itu dilansir oleh media berbahasa Parsi berpusat di Washington DC. Juga terdapat foto ulama garis keras lainnya, Muhammad Taghi Falsafi, dengan pelacur.

Beberapa bulan sebelum dia meninggal, Syujuni membantah keaslian dari foto-foto dirinya bersama pelacur di ranjang, saat ditanya oleh Aparat News Channel. Dia menduga foto-foto itu hasil jepretan agen intelijen bekerja di bawah Syah Reza Pahlevi sebelum Revolusi Islam 1979.

Tapi dia mengakui foto Falsafi dengan pelacur asli. Dia mengklaim para pelacur itu bekerja untuk polisi rahasia Iran atau Savak.

Ketika ditanya apakah foto dirinya dengan pelacur palsu, Syujuni seraya tersenyum menjawab, "Insya Allah foto-foto itu palsu."

Aparat News Channel dikabarkan mendapat foto-foto mengejutkan itu dari seseorang bekerja dengan badan intelijen di bawah Muhammad Reza Pahlevi.

Syujuni tutup usia dua pekan lalu dan mendapat penghormatan dari pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.

Pegasus, aplikasi telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Aplikasi sadap bikinan Israel bobol WhatsApp

Setelah berhasil masuk ke sebuah telepon seluler, Pegasus menguasai kamera, mikropon, surat elektronik, daftar kontak, pesan, dan sebagainya.





comments powered by Disqus