kabar

Qaddafi sumbang 50 juta euro buat kampanye Sarkozy pada 2007

"Sarkozy harus mengembalikan fulus dia terima dari Libya untuk membiayai kampanyenya," tutur Saiful Islam Qaddafi pada Maret 2011.

16 November 2016 16:30

Ziad Takiyuddin, pengusaha Prancis berdarah Libanon, berulang kali mengklaim secara terbuka mantan pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi menyumbang 50 juta euro buat mendanai kampanye Nicolas Sarkozy hingga dia terpilih sebagai presiden Prancis pada 2007.

Qaddafi tewas ditembak pemberontak di kota kelahirannya, Sirte, Oktober 2011.

Dalam sebuah film dilansir situs berita investigasi Mediapart, Ziad - mengenalkan Sarkozy kepada Qaddafi - menegaskan dirinya menyerahkan secara langsung uang tunai itu kepada Sarkozy dan kepala stafnya, Claude Gueant.  

"Saya tahu rahasia-rahasia mestinya tidak ditutupi lagi," kata Ziad. "Saya mengecam negara mafia tempat di mana kita tinggal sekarang ini."

Sarkozy dan Gueant berulang kali membantah menerima fulus dari Qaddafi. "Saya tidak pernah menerima duit dari pemerintah Libya atau pihak-pihak terkait. Saya juga tidak pernah melihat serah terima uang itu," ujar Gueant. "Klaim itu keliru dan fitnah."

Pengadilan di Prancis pada 2013 menggelar penyelidikan atas dugaan pendanaan ilegal bagi kampanye Sarkozy dalam pemilihan presiden 2007. Namun hingga kini tidak ada dakwaan dan tuntutan.

Tudingan itu pertama kali dilontarkan Saiful Islam Qaddafi, putra dari Muammar Qaddafi, pada Maret 2011. "Sarkozy harus mengembalikan fulus dia terima dari Libya untuk membiayai kampanyenya," tutur Saiful Islam kepada Euronews.

Takiyuddin, pemgusaha tajir dekat dengan rezim Qaddafi, mengungkapkan dia mengirim uang tunai itu ke kantor Kementerian Dalam Negeri Prancis di Place Beauvau di Ibu Kota Paris dalam tiga tahap, antara November 2006 hingga Januari 2007. Sarkozy terpilih sebagai presiden pada Mei 2007.

Ladang minyak di Sudan. (medium.com)

Amerika akan hapus Sudan dari daftar negara penyokong terorisme

Pengumuman Trump melalui Twitter ini merupakan bagian dari kesepakatan lebih besar yakni, normalisasi hubungan Sudan dengan Israel.

Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum berpose bareng dua pengunjung Mal An-Nakhil di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, Selasa, 10 November 2015. (Twitter)

Kabinet UEA setujui perjanjian damai dengan Israel

Israel sudah merampungkan proses ratifikasi pekan lalu. Kalau UEA sudah melakoni hal serupa, maka hubungan diplomatik antara kedua negara sudah bisa dimulai.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.

Konferensi membahas pembangunan ekonomi Palestina digelar di ibu Kota Manama, Bahrain, pada  25-26 Juni 2019. (BNA)

Bahrain dan Israel resmi membina hubungan diplomatik

Israel akan membuka kedutaan di Manama sebelum pergantian tahun.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Amerika akan hapus Sudan dari daftar negara penyokong terorisme

Pengumuman Trump melalui Twitter ini merupakan bagian dari kesepakatan lebih besar yakni, normalisasi hubungan Sudan dengan Israel.

20 Oktober 2020

TERSOHOR