kabar

Raja Salman diharapkan segera ke Indonesia

Menurut rencana, dalam bulan Raja Salman akan datang.

22 November 2016 13:59

Ketua Komite Tetap Timur Tengah Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia Fachry Thaib berharap Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz segera mewujudkan rencananya melawat ke Indonesia.

Fachry menjelaskan dalam pertemuan hari ini dengan Aiman Mirdad, Konsul Ekonomi Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, diplomat negara Kabah itu menyampaikan Raja Salman kemungkinan ke Indonesia dalam bulan ini.

Menurut beliau (Aiman Mirdad) dalam bulan akan ke sini, tapi belum ada kepastian," kata Fachry saat ditemui di kantornya hari ini usai pertemuan dengan Mirdad. "Kita harapkan benar beliau ke sini."

Raja Salman tadinya dijadwalkan ke Indonesia awal bulan lalu, namun rencana itu batal.

Fachry menjelaskan Raja Salman bakal datang buat merencanakan beberapa proyek besar mau ditandatangani. Salah satunya proyek energi dan wisata. Dia bilang rencana lawatan Raja Salman ini sudah dibahas dalam dua tiga bulan terakhir.

Jika terlaksana, ini bakal menjadi kunjungan raja Saudi pertama dalam 46 tahun terakhir, setelah lawatan Raja Faisal bin Abdul Aziz pada 1970. Kunjungan Raja Salman itu sekaligus membalas lawatan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Saudi tahun lalu.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.

Pegasus, aplikasi telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Aplikasi sadap bikinan Israel bobol WhatsApp

Setelah berhasil masuk ke sebuah telepon seluler, Pegasus menguasai kamera, mikropon, surat elektronik, daftar kontak, pesan, dan sebagainya.





comments powered by Disqus