kabar

Dua perempuan Qatar dirampok di Paris, kerugian US$ 5 juta

Pada Agustus 2014, seorang pangeran dari Arab Saudi dirampok di Kota Mode itu. Kerugian diderita berupa fulus US$ 335 ribu dan sejumlah dokumen diplomatik.

22 November 2016 22:16

Dua perempuan Qatar menjadi korban perampokan di Ibu Kota Paris. Kejadian ini mengakibatkan mereka rugi lima juta euro (US$ 5,3 juta).

Seorang sumber di Kepolisian Paris kemarin mengungkapkan dua perempuan Qatar itu baru saja meninggalkan Bandar Udara Le Bourget di timur laut Paris Senin lalu, saat mobil supermewah Bentley mereka tumpangi dicegat dua lelaki bertopeng.

Perampok itu kemudian menembakkan gas air mata terhadap dua korban tidak disebutkan identitasnya ini. "Mereka kemudian mengambil semua barang ada dalam mobil, perhiasan, pakaian, dan koper," kata sumber itu.

Paris merupakan salah satu tempat pelesiran favorit bagi kaum Arab supertajir, termasuk keluarga kerajaan di kawasan Arab Teluk.

Pada Agustus 2014, seorang pangeran dari Arab Saudi dirampok di Kota Mode itu. Kerugian diderita berupa fulus US$ 335 ribu dan sejumlah dokumen diplomatik.

Foto Aisyah bersama suaminya di pelaminan, pemberian seorang pemberontak kepada saya saat berkunjung ke rumah Aisyah di Tripoli, Libya, 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Janda dan dua anak dari mendiang Muammar Qaddafi diizinkan bepergian ke mana saja

Hanya Saif al-Islam, anak Qaddafi memilih tinggal di Libya.

Menteri Informasi Libanon George Qardahi mundur pada 3 Desember 2021. (Middle East in 24)

Menteri informasi Libanon berhenti agar hubungan dengan Saudi membaik

Qardahi menyebut Al-Hutiyun membela diri dari agresi Saudi dan sekutunya.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Duta besar Saudi bantah negaranya ancam Indonesia untuk tolak resolusi soal perang Yaman

"Hubungan antara Saudi dan Indonesia kukuh dan tidak berdasarkan ancaman atau ketidaksepakatan," kata Isam Abid.

Ibu Kota Doha, Qatar. (dohabus.com)

Tabrak lelaki Inggris hingga tewas, pangeran Qatar akan diadili tahun depan

Kejadiannya pada Agustus 2019, namun Syekh Hasan nasir ats-Tsani dibebaskan dengan membayar uang jaminan.





comments powered by Disqus