kabar

Dua perempuan Qatar dirampok di Paris, kerugian US$ 5 juta

Pada Agustus 2014, seorang pangeran dari Arab Saudi dirampok di Kota Mode itu. Kerugian diderita berupa fulus US$ 335 ribu dan sejumlah dokumen diplomatik.

23 November 2016 05:16

Dua perempuan Qatar menjadi korban perampokan di Ibu Kota Paris. Kejadian ini mengakibatkan mereka rugi lima juta euro (US$ 5,3 juta).

Seorang sumber di Kepolisian Paris kemarin mengungkapkan dua perempuan Qatar itu baru saja meninggalkan Bandar Udara Le Bourget di timur laut Paris Senin lalu, saat mobil supermewah Bentley mereka tumpangi dicegat dua lelaki bertopeng.

Perampok itu kemudian menembakkan gas air mata terhadap dua korban tidak disebutkan identitasnya ini. "Mereka kemudian mengambil semua barang ada dalam mobil, perhiasan, pakaian, dan koper," kata sumber itu.

Paris merupakan salah satu tempat pelesiran favorit bagi kaum Arab supertajir, termasuk keluarga kerajaan di kawasan Arab Teluk.

Pada Agustus 2014, seorang pangeran dari Arab Saudi dirampok di Kota Mode itu. Kerugian diderita berupa fulus US$ 335 ribu dan sejumlah dokumen diplomatik.

Uskup Ava Morkos memimpin misa Kristen Koptik pertama di Arab Saudi pada 2 Desember 2018. (Twitter/DrMahmoudRefaat)

Menanti salib tegak di negara Kabah

Raja Abdullah pernah bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan ke Vatikan pada 2007.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman dikabarkan sakit parah

Pangeran Ahmad mendapat sokongan dari para pangeran senior untuk menjadi raja Arab Saudi berikutnya.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Paus Fransiskus akan kunjungi UEA pada Februari 2019

UEA bakal menjadi negara muslim ketujuh didatangi Paus Fransiskus.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.





comments powered by Disqus