kabar

Pangeran Kuwait dan satu perempuan Indonesia tewas dibunuh

Syekh Sabah pulang ke Kuwait beberapa hari lalu buat mengurus pembagian harta warisan.

27 November 2016 01:18

Sebuah pembunuhan sadis terjadi Kamis lalu di permukiman Salwa, Kuwait, menewaskan tiga orang. Korban dibunuh dalam sebuah apartemen dengan cara dieksekusi.

Polisi menemukan ketiga korban dalam keadaan tangan terikat dan mulut disumpal. Ketiga korban meninggal juga menderita luka tembak di bagian tubuh lainnya.

Ketiga korban itu adalah anggota keluarga kerajaan bernama Syekh Sabah Mubarak an-Nasir as-Sabah, Saleh al-Usman (pekerja di keluarga Syekh Sabah), dan perempuan asal Indonesia, Hartiyanti binti Owni, 46 tahun.

Sedangkan satu korban luka merupakan ekspatriat dari India, Supar Matomal. Lelaki 45 tahun ini bekerja sebagai sopir pribadi Syekh Sabah.   

Polisi mengetahui pembunuhan itu setelah mereka menemukan Matomal dalam keadaan luka. Pria India ini kemudian menunjukkan kepada polisi lokasi pembunuhan ketiga korban.

Sejumlah sumber keamanan mengungkapkan polisi telah menahan beberapa tersangka, termasuk satu warga Kuwait, seorang warga Iran, dan satu orang Arab Badui.

Sumber-sumber itu menjelaskan Syekh Sabah pulang dari Libanon beberapa hari lalu setelah menjalani perawatan kesehatan. Dia pulang ke Kuwait untuk mengurus pembagian harta warisan.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.

Pegasus, aplikasi telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Aplikasi sadap bikinan Israel bobol WhatsApp

Setelah berhasil masuk ke sebuah telepon seluler, Pegasus menguasai kamera, mikropon, surat elektronik, daftar kontak, pesan, dan sebagainya.





comments powered by Disqus