kabar

ISIS berpotensi dompleng demonstrasi 2 Desember

Teroris selalu menunggu momen, ketika tercipta konflik untuk masuk dan menciptakan medan jihad di mana saja.

28 November 2016 14:41

Kepala BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teorrisme) Komisaris Jenderal Suhardi Alius menyebutkan kelompok teroris berpotensi mendompleng unjuk rasa bertema Aksi Bela Islam III pada 2 Desember mendatang.

Suhardi mengakui memang ada dua kelompok radikal berupaya menunggangi Aksi Bela Islam III, yakni JAD (Jamaah Ansharud Daulah) dan Khalfilah Syuhada al-Hawariyun. Dia menambahkan Detasemen Khusus 88 Antiteror tengah memburu anggota dua jaringan itu.

"Sejak sebelum tanggal 4 (November) pun, kita sudah menurunkan anggota kita. Kita ikut memonitor," kata Suhardi kepada wartawan di Jakarta hari ini. "Kita punya data daerah-daerah potensial, termasuk mantan-mantan (teroris) sudah keluar (penjara), kita ikuti gerakannya, supaya tidak mengambil momentum ini."

JAD dan Khafilah Syuhada al-Hawariyun diduga sudah berbaiat kepada pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi. JAD adalah kelompok teroris dipimpin oleh Aman Abdurrahman, kini tengah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan pasir Putih, Nusakambanga, Cilacap, Jawa Tengah.

Sedangkan pemimpin Khafilah Syuhada dipimpin oleh Alwandi Supandi, diduga dekat dengan JAD Ciamis dikomandoi oleh Fauzan al-Ansari.

Dalam sepekan terakhir, Detasemen Khusus 88 menangkap tiga anggota JAD, yaitu Rio Priatna W., Bahrain Agam, dan Saiful Bahri. Polisi juga membekuk sembilan anggota Khafilah Syuhada, yakni Saulihun, Alwandi Supandi, Reno Suhartono, Dimas Adi Saputra, Wahyu Widada, Ibnu Aji Maulana, Fuad, Zubaidar, dan Agus Setiawan.  

Direktur Eksekutif the Wahid Institute Yenny Wahid menjelaskan teroris selalu menunggu momen, ketika tercipta konflik untuk masuk dan menciptakan medan jihad di mana saja. Dia bilang ada potensi besar soal teroris mendompleng saat terjadi konflik horizontal di masyarakat.

"Kita mengimbau masyarakat tetap tenang melaksanakan atau mengekspresikan aspirasi mereka dengan cara tenang dan sedapat mungkin menghindari aksi-aksi kekerasan. Karena itu sedang ditunggu para teroris," ujar Yenny. "Info dari jaringan kami di lapangan, memang saat ini sudah ada jaringan teroris lama tadinya tidur tidak melakukan gerakan apapun tiba-tiba aktif lagi. Ada beberapa jaringan lama masih terkait Jamaah Islamiyah, Al-Qaidah, dan sel-sel baru ISIS."
 
Dari hasil interogasi terhadap 12 orang dari JAD dan Khafilah Syuhada, polisi mendapat keterangan mereka memang merencanakan teror setelah pecah bentrokan di Aksi Bela Islam II pada 4 November lalu. Perencanaan itu dibikin di Masjid Al-Fatah di Menteng, Jakarta Pusat. Abu Nusaibah kemudian membagi dua kelompok untuk bergerak.    

Kelompok pertama dipimpin AF untuk bergerak ke Penjaringan, Jakarta Utara, sebab kerusuhan telah terjadi di lokasi itu. Kelompok kedua dipimpin oleh Abu Nusaibah bergerak dan bergabung dengan massa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat.

Aksi Bela Islam III merupakan kelanjutan dari unjuk rasa 4 November. Kali ini mereka menuntut polisi menangkap Gubernur Jakarta basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama.

Pemimpin ISIS wilayah Irak Abu Yasir al-Isawi tewas oleh serangan pasukan antiteror Irak pada 27 Januari 2021 di Kota Daquq, Provinsi Kirkuk, utara Irak. (Twitter)

Pemimpin ISIS wilayah Irak tewas

Abu Yasir, 39 tahun, adalah orang asli dari Falujah, kota di Provinsi Anbar berjarak sekitar 60 kilometer sebelah barat Baghdad.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Tidak ada warga Indonesia jadi korban dalam dua bom bunuh diri di Baghdad

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden menewaskan 32 orang itu.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Pemimpin Hizbullah, ISIS, dan Hamas puncaki daftar 20 ekstremis paling berbahaya

Dalam daftar itu juga ada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena suka melontarkan pernyataan anti-Yahudi.  

Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Misyaal bin Majid menjenguk warga Saudi menhadi korban luka dalam ledakan di pemakaman nin-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020. (Saudi Gazette)

ISIS akui bertanggung jawab atas ledakan di Jeddah

ISIS bilang serangan itu untuk diplomat Prancis.





comments powered by Disqus