kabar

Arab Saudi danai gerakan anti-Syiah di Indonesia

Indonesia saat ini telah menjadi arena pertarungan politik antara Arab Saudi dan Iran.

29 November 2016 08:44

Direktur Eksekutif the Wahid Institute Yenny Wahid mengakui masifnya kampanye radikalisme dan intoleransi lantaran masuknya pengaruh dari negara asing.

Dia mengungkapkan Indonesia saat ini telah menjadi arena pertarungan politik antara Arab Saudi dan Iran. Hal inilah, menurut dia, memunculkan maraknya gerakan anti-Syiah di tanah air.

"Ini tidak lepas kaitannya dengan dinamika geopolitik di dunia, di mana ada perseteruan antara Saudi melawan Iran untuk mendominasi kawasan Timur Tengah," kata Yenny kemarin saat memaparkan hasil penelitian the Wahid Institute dalam sebuah acara di Jakarta.

Dia menambahkan salah satu dana asing masuk ke Indonesia berasal dari negara Kabah itu. "Dengan agenda untuk merebut dominasi sebagai "pemimpin umat Islam", kemudian dipakai tamengnya agama," ujar Yenny. "Padahal di belakangnya kepentingan politiknya kental sekali."

Namun Yenny tidak mengungkapkan berapa jumlah dana dari Saudi itu masuk per tahunnya. Dia juga tidak memberitahu lewat tokoh mana saja dana-dana itu masuk ke Indonesia. Dia juga tidak menjelaskan soal dana dari Iran masuk ke Indonesia dan lewat aktor mana saja.

Dana-dana asing itu masuk melalui sejumlah aktor untuk ikut menyebarkan paham-paham mereka. "Kok kita malah ikut-ikutan. Yang perang orang lain kok malah kita disuruh tempur. Ini sebuah kebodohan sekali."

Komentar Yenny senada dengan mantan Wakil Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) Asad Said Ali. Dia bilang Saudi dan Iran telah menjadikan Indonesia sebagai arena pertarungan politik mereka.

"Jadi tergantung pada pendekatan kita kepada Saudi dan Iran agar tidak menjadikan Indonesia sebagai tempat pergumulan politik mereka," tutur Asad dalam wawancara khusus dengan Albalad.co Senin pekan lalu. "Persoalannya, kalau kita dekat ke Saudi, Iran curiga. begitu pula, bila kita dekat dengan Iran, Saudi marah."    

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Konglomerat Arab Saudi berdarah Ethiopia Muhammad al-Amudi. (Arabian Business)

Arab Saudi akan adili konglomerat Muhammad al-Amudi atas dakwaan korupsi dan suap

Perdana Menteri Abi Ahmad meminta Al-Amudi dibebaskan saat mengunjungi Arab Saudi Mei lalu.

Pelajar asal Arab Saudi, Badr al-Muhim, peraih medali emas di Olimpiade Kimia Internasional ke-50, menolak berdiri di sebelah kontestan dari Israel meraih medali perak, Raz Lotan. (Screenhot Twitter)

Pelajar Arab Saudi menolak berdiri di sebelah kontestan asal Israel

Badr akhirnya memilih berdiri di samping kontestan asal Iran.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Israel pasok informasi intelijen kepada Arab Saudi soal Iran dan kelompok Islam radikal

"Hal terpenting bagi Israel adalah Arab Saudi juga memusuhi Iran," ujarnya.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

14 Desember 2018

TERSOHOR