kabar

Konglomerat Arab Saudi desak hapuskan larangan perempuan menyetir mobil

"Melarang perempuan mengemudikan mobil dewasa ini merupakan isu hak asasi," kata Pangeran Al-Walid bin Talal.

01 Desember 2016 04:46

Konglomerat asal Arab Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal telah mendesak negaranya menghapus larangan perempuan menyetir mobil.

"Hentikan perdebatan soal itu. Sekarang saatnya bagi perempuan untuk mengemudi (mobil)," kata Pangeran Al-Walid lewat akun Twitternya.

Pemilik konglomerasi Kingdom Holding ini sudah lama menyuarakan mengenai hak dan kebebasan perempuan di negara Kabah itu. Saudi memiliki pembatasan paling ketat terhadap kaum hawa dan merupakan satu-satunya negara mengharamkan perempuan mengemudi.

Sejalan dengan cuitannya itu, kantor Pangeran Al-Walid juga melansir sebuah keterangan tertulis mengenai alasannya mendukung berakhirnya larangan menyetir bagi wanita.

"Melarang perempuan mengemudikan mobil dewasa ini merupakan isu hak asasi, mirip dengan mencegah perempuan mendapat pendidikan atau kartu identitas," ujar Pangeran Al-Walid.

Keponakan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz itu juga menjelaskan tentang kerugian ekonomi akibat perempuan harus mengandalkan sopir-sopir pribadi asing atau taksi untuk pergi ke luar rumah.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid yakin anak Raja Salman tidak terlibat pembunuhan Khashoggi

Pangeran Al-Walid dibebaskan dari tahanan akhir Januari tahun ini setelah bersedia menyerahkan sebagian hartanya.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal. (Gulf Business)

Arab Saudi bebaskan Pangeran Al-Walid dari tahanan

Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan Pangeran Al-Walid, 62 tahun, tiba di kediamannya di Riyadh kemarin pukul sebelas waktu setempat.

Infografis hasil pemberantasan korupsi dilakukan Arab Saudi sejak awal November 2017. (Saudi Gazette)

Arab Saudi segera adili 95 pangeran dan konglomerat terlibat korupsi

Belum diketahui apakah mereka akan diadili termasuk pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dan Chairman Saudi Binladin Group Bakar Bin Ladin.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid bin Talal masih rundingkan harga pembebasannya

Arab Saudi akan mengupayakan ekstradisi atas para tersangka korupsi tinggal di luar negeri.





comments powered by Disqus