kabar

Ijazah palsu marak di Arab Saudi

Sebuah universitas di negara Kabah itu telah mengeluarkan ijazah palsu bagi enam ribu doktor dan hampir 3.800 lainnya untuk tingkat sarjana dan magister.

04 Desember 2016 16:50

Dalam beberapa tahun terakhir, peredaran ijazah palsu mulai tingkat diploma hingga sarjana marak beredar di enam negara Arab Teluk, terutama Arab Saudi. Sertifikat kelulusan imitasi ini bisa diperoleh seharga US$ 13 ribu.

Penduduk di kawasan Arab Teluk - Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman - berupaya menghidupkan kembali isu ini lewat media sosial. Seorang cendekiawan asal Kuwait membikin tanda pagar "Kartunis" di Twitter buat menggambarkan betapa mewabahnya ijazah palsu di kawasan ini.

Di Arab Saudi, Dr Muwafaq ar-Ruwaili menjadi salah satu pengkritik keras atas masalah ijazah palsu. Dia menemukan bukti sebuah universitas di negara Kabah itu telah mengeluarkan ijazah palsu bagi enam ribu doktor dan hampir 3.800 lainnya untuk tingkat sarjana dan magister.

Selama 2009-2013, Kementerian Pendidikan Tinggi Arab Saudi telah menutup 310 kantor terbukti menjual ijazah palsu diploma dan sarjana di banyak kota di Arab Saudi.

Sejumlah warga Saudi dua tahun lalu meluncurkan kampanye melalui Twitter, menyerukan pengecekan terhadap dokter-dokter ekspatriat bekerja di negara itu. Seruan ini muncul karena seorang dokter Mesir berijazah diploma palsu ketahuan setelah sepuluh tahun bekerja sebagai konsultan anestesi di Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Dammam.

Asosiasi Insinyur Saudi baru-baru ini mengumumkan hasil penyelidikan mereka, setidaknya ada dua ribu insinyur berijazah diploma dan sarjana palsu.

Kuwait juga menghadapi persoalan serupa. Bahkan sulit untuk menghapus wabah ini. "Kecenderungannya akan terus berlanjut karena bisnis curang itu akan mencari cara-cara kreatif untuk menjaga bisnis ijazah palsu mereka terus berjalan," kata Nuriyah al-Awadi, Direktur Biro Akreditasi dan Asuransi Kualitas Pendidikan Kuwait.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Bandar al-Galud)

Putera mahkota Arab Saudi batalkan lawatan ke Indonesia

Kunjungan ke Mayasia juga dibatalkan.

Menteri Luar Negeri Yaman duduk di samping Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat pembukaan konferensi perdamaian di Timur Tengah, digelar pada 14 Februari di Ibu Kota Warsawa, Polandia. (Arab Observer)

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

Kuasa Usaha Sementara Indonesia untuk Suriah Didi Wahyudi pada Jumat, 28 Agustus 2015, melepas 13 tenaga kerja perempuan akan dipulangkan ke Indonesia. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Putera mahkota Saudi tiba di Jakarta Senin sore

Ini bakal menjadi lawatan luar negeri pertama Bin Salman setelah citra Saudi dan dirinya ternoda akibat pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.





comments powered by Disqus