kabar

Jejak Bahrun Naim di Bintara

Dua pekan sebelumnya, Bahrun Naim, salah satu pentolan jihadis ISIS asal Indonesia, menerbitkan buku elektronik. soal panduan berjihad dan membikin bom.

11 Desember 2016 05:59

Geger meruap di sekitar rumah kos Puri Ghassani di Jalan Bintara Jaya VIII nomor 16 RT 13/RW 09, Keluarah Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, kemarin sore setelah polisi dari Detasemen Khusus 88 Antiteror membekuk tiga terduga teroris. Penduduk tinggal di daerah dekat perbatasan Jakarta itu langsung mengerubungi lokasi.

Informasi diperoleh Albalad.co menyebutkan ketiga terduga teroris itu adalah dua lelaki dan satu perempuan, yakni Nur Solihin, Agus Supriyadi, dan Dian Yulia Novi.    

Penangkapan ketiganya dimulai dengan membuntuti mobil Alya dikemudikan Agus Supriyadi dan Nur Solihin dari Solo ke Jakarta. Setibanya di Jakarta, keduanya lantas menjemput Dian Yulia Novi membawa sebuah kardus di Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Masih dengan mobil sama, ketiganya lantas menuju sebuah kantor pos di daerah Bintara untuk mengirim kardus dibawa Dian.

Tanp diketahui ketiganya, polisi mengambil dan membuka kardus itu. Isinya berupa pakaian dan sebuah surat wasiat dari Dian kepada orang tuanya di Cirebon, Jawa Barat. Dalam surat itu, Dian menyatakan siap untuk melakukan bom bunuh diri.

Kemudian dari kantor pos, Nur Solihin, Agus Supriyadi, dan Dian ke rumah kos Puri Ghassani berlantai dua. Dian lantas turun sambil menggendong sebuah ransel hitam, masuk ke kamar 104.

Nur Solihin bareng Agus Supriyadi lalu meninggalkan rumah kos itu. Sekitar pukul 15.50, polisi menangkap keduanya di bawah jembatan layang Kalimalang, masih kawasan Bintara.

Sepuluh meenit berselang, Dia juga dibekuk dalam kamar kosnya dan polisi menemukan bom dalam ransel hitamnya.

Menurut seorang warga, Dian baru tiga hari tinggal di rumah kos itu. "Dia bercadar, tertutup, dan tidak pernah bertegur sapa dengan tetangganya."  

Di lokasi kejadian, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Komisaris Besar raden Argo menjelaskan bom itu bakal dipakai pagi ini untuk meledakkan diri di depan istana presiden, saat pergantian jaga pasukan pengamanan presiden. "Besok pagi rencananya diledakkan, polisi sudah mengamankan pelaku," katanya.

Di tempat serupa, Kepala Kepolisian Resor Bekasi Komisaris besar Umar Surya Fana bilang bom seberat tiga kilogram itu memiliki daya ledak tinggi, namun tidak mengandung TNT atau C4. Bom ini dirakit dalam penanak nasi.

Bom ini, menurut dia, memiliki kecepatan daya ledak hingga empat ribu kilometer per jam dan bisa menghancurkan bangunan dalam radius 300 meter. "Ini jaringan Bahrun Naim di Solo," ujar Umar.

Memang dua pekan sebelumnya, Bahrun Naim, salah satu pentolan jihadis ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) asal Indonesia, menerbitkan buku elektronik soal panduan berjihad dan membikin bom. Buku juga diperoleh Albalad.co ini setebal lebih dari 300 halaman.  

"Buku ini disebarluaskan di media sosial jaringan teroris, termasuk Al-Ghuraba," kata peneliti terorisme di Asia Tenggara, Sydney Jones. Dia belum bisa memastikan keberadaan Bahrun Naim sekarang, apakah di Suriah atau Irak. Sebab di kedua negara itu, ISIS lagi terdesak.

Di hari sama, polisi juga membekuk terduga teroris berinisial SY atau Abu Izzah di Karanganyar, Jawa Tengah. 

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Belum ada keluarga ISIS asal Indonesia di Suriah menjalani program deradikalisasi

Sebanyak 76 keluarga ISIS dipindah dari kamp Al-Haul ke Ar-Roj berasal dari Inggris, Prancis, dan Jerman.

Tenda pernah dipakai keluarga anggota ISIS asal Indonesia di kamp Ain Isa, utara Suriah. Mereka sudah kabur dari sana pada Oktober 2019. (Rojava Information Center)

Ratusan jihadis ISIS asal Indonesia ditahan di Irak dan Suriah

Paling banyak ada 200 jihadis ISIS dari Indonesia ditahan oleh militer Irak.

Rekaman video pembakaran paspor oleh anak-anak Indonesia telah bergabung dengan ISIS di Suriah. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

48 warga Indonesia sedang bertempur di Yaman

Di Afghanistan, terdapat kurang dari selusin warga Indonesia bergabung dengan ISIS.





comments powered by Disqus