kabar

Polisi Saudi tahan seorang perempuan karena tidak berabaya dan berjilbab di muka umum

Dia sudah mengumumkan rencananya itu lewat Twitter beberapa hari sebelumnya.

13 Desember 2016 09:14

Polisi telah menahan seorang perempuan bernama Malak asy-Syihri karena tidak berabaya dan berjilbab saat berada di sebuah jalan utama di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi.

Negara Kabah itu memang memberlakukan sejumlah aturan ketat bagi kaum hawa, termasuk mewajibkan mereka berabaya dan berjilbab serba hitam saat di tempat umum, melarang mereka menyetir mobil, serta berbaur dengan lelaki bukan muhrim.

Surat kabar berbahasa Arab Asy-Syarq kemarin melaporkan perempuan 30-an tahun itu ditangkap setelah ada pengaduan dari polisi syariah.

"Polisi telah menahan seorang gadis karena tidak berabaya di Jalan At-Tahliya, karena melaksanakan ancamannya dia umumkan di media sosial beberapa hari lalu," kata juru bicara Kepolisian Riyadh Kolonel Fawaz al-Maiman.

Situs berita sabq.org menulis Malak sudah menulis di akun Twitternya, dia akan pergi keluar tanpa berabaya.

Sabq.org dan situs berita alweeam.com.sa mempublikasikan sebuah foto Malak tengah memakai jaket hitam melapisi gaun motif bunga berwarna oranye dan merah muda serta bersepatu coklat. Bagian bawah kakinya terlihat.  

Sebagian warga Arab Saudi marah dengan rencana perempuan itu. "Dia telah ditangkap dan kami meminta hukuman berat lantaran dia tidak menghormati hukum," kata seorang pengguna Twitter.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi tambah kuota haji buat India jadi 200 ribu jamaah

Dia juga memerintahkan untuk membebaskan 850 warga India dari penjara-penjara di Arab Saudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat jamuan makan siang dengan tiga tamunya - Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, Perdana Menteri Slowakia Peter Pellegrini, dan Perdana Menteri Ceko Andreij Babis - di kediaman resminya di Yerusalem. (Twitter/@netanyahu)

Hungaria akan buka kantor dagang di Yerusalem

Kantor dagang itu akan memiliki status diplomatik.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Bin Salman perintahkan pembebasan segera 2.107 warga Pakistan dari penjara di Saudi

Bin Salman bilang dirinya adalah duta besar Pakistan untuk Arab Saudi.

Salinan paspor milik Rahaf Muhammad al-Qunun, 18 tahun, gadis pencari suaka asal Arab Saudi. (Twitter)

UNHCR beri status pengungsi buat gadis Arab Saudi pencari suaka

UNHCR merujuk kepada Australia untuk memberikan suaka bagi Rahaf.





comments powered by Disqus