kabar

Iran gandeng Indonesia buat selesaikan konflik di Suriah dan Yaman

Perang di Suriah dan Yaman memang terkait perebutan pengaruh antara Iran dan musuh bebuyutannya, Arab Saudi, di Timur Tengah.

16 Desember 2016 03:45

Dalam pertemuan di Ibu Kota Teheran Rabu lalu, Presiden Iran Hasan Rouhani mengajak Presiden Joko Widodo untuk ikut membantu menyelesaikan perang berkepanjangan di Suriah dan Yaman.

Saat jumpa pers bareng usai pertemuan, Rouhani bilang Iran dan Indonesia bakal mempererat kerja sama untuk mengakhiri konflik bersenjata di Suriah dan Yaman, serta mengehntikan penderitaan minoritas muslim Rohingya di Myanmar. Dia menambahkan kedua negara menikmati hubungan mesra di Gerakan Non-Blok dan OKI (Organisasi Konferensi Islam).

Rouhani mengakui hubungan dengan Indonesia sangat startegis karena Indonesia merupakan negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar sejagat. "Karena itu, hubungan Iran dan Indonesia sangat penting bagi dunia Islam," kata Rouhani.

Joko Widodo menjelaskan konflik di beragam negara, seperti Suriah, Yaman, dan Myanmar bisa diselesaikan secara damai.

Perang di Suriah dan Yaman memang terkait perebutan pengaruh antara Iran dan musuh bebuyutannya, Arab Saudi, di Timur Tengah. Di Suriah, Iran bersama Rusia membantu rezim Presiden Basyar al-Assad untuk menumpas pemberontakan sudah berlangsung lima tahun belakangan. Sedangkan Arab Saudi dan sekutunya di Arab Teluk menyokong kaum pemberontak.

Sebaliknya di Yaman, Saudi membantu Presiden Abdu Rabbu Mansyur Hadi memerangi pemberontak Syaih Al-Hutiyun, didukung oleh Iran. Perang di Yaman ini meletup setelah pasukan koalisi Arab dipimpin Saudi menggempur milisi Al-Hutiyun sejak Maret tahun lalu.

Dalam keterangan resmi diterima Albalad.co kemarin, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menambahkan Rouhani dan Ketua Parlemen Iran Ali Larijani memuji peran aktif Indonesia dalam ikut menyelesaikan berbagai persoalan dunia, termasuk di Timur Tengah. Apalagi Indonesia mengedepankan dialog dan perdamaian.

Suasana di luar bandar Udara Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi, Juni 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Al-Hutiyun serang bandar udara di Jeddah sehingga berhenti beroperasi dua jam

Dalam sembilan hari terakhir, Al-Hutiyun menyerang bandar-bandar udara di Saudi. 

Abdul Malik al-Hutiyun, pemimpin milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. (yemenobserver.com)

Amerika hapus milisi Syiah sokongan Iran di Yaman dari daftar organisasi teroris

Trump memasukkan Al-Hutiyun ke dalam daftar organisasi teroris pada 19 Januari, sehari sebelum masa jabatannya rampung.

Bandar Udara Abha di selatan Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Serangan pengebom nirawak Al-Hutiyun ke Bandar Udara Abha sebabkan pesawat Saudi terbakar

Serbuan udara itu dilakukan empat pesawat pengebom nirawak.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Kemenangan Biden, harapan Abbas, dan kecemasan Bin Salman

Biden akan membuka penyelidikan atas kasus pembunuhan Khashoggi dan menghentikan dukungan terhadap perang di Yaman.





comments powered by Disqus