kabar

Pengusaha muslim Irak hadiahi kaum Nasrani pohon Natal raksasa

Yasir Saad menghabiskan US$ 24 ribu untuk membikin pohon Natal buatan setinggi 24 meter dan berdiameter sepuluh meter itu.

18 Desember 2016 23:58

Seorang pengusaha muslim di Ibu Kota Baghdad, Irak, menghadiahi sebuah pohon Natal raksasa bagi kaum Nasrani buat merayakan hari kelahiran Yesus.

Yasir Saad menghabiskan US$ 24 ribu untuk membikin pohon Natal buatan setinggi 24 meter dan berdiameter sepuluh meter itu. Pohon Natal tersebut didirikan di taman Az-Zaura, Baghdad. "(Pohon Natal) ini untuk membantu warga Kristen Irak melupakan kesedihan atas perang terhadap ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah)," kata Saad.

Pasukan Irak memang tengah menggempur basis pertahanan ISIS di Mosul.

Pengunjung taman Zaura bernama Saba Ismail menilai pohon Natal raksasa itu cerminan cinta dan perdamaian. "Saya berharap semua warga Kristen Irak bisa kembali ke Irak dan hidup normal serta damai," ujarnya.

Komunitas Nasrani di Irak terus menjadi korban penganiayaan sejak invasi Amerika Serikat ke negara Dua Sungai itu pada 2003.

Setelah milisi ISIS menyerbu wilayah utara Irak dan mencaplok Mosul, mereka menandai rumah-rumah warga Kristen dengan huruf N untuk istilah Nazarene, penghinaan dalam bahasa Arab bagi kaum pemuja Yesus. ISIS juga memberi ultimatum: komunitas Nasrani untuk meninggalkan Mosul atau dihukum mati, atau dipaksa masuk Islam.

Sekitar 20-30 orang Nasrani diyakini masih tinggal di Mosul. Sebagian pengungsi Kristen sudah kembali ke permukiman-permukiman mereka di pinggiran Mosul dan menemukan rumah-rumah mereka telah hancur atau rusak.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.





comments powered by Disqus