kabar

Duta besar Rusia tewas ditembak di Ankara

Pelaku memprotes pembantaian di Aleppo.

20 Desember 2016 06:49

Suasana pameran foto bertema "Rusia di mata orang Turki" kemarin di Ibu  Kota Ankara berubah mencekam saat lelaki 22 tahun bersafari dan berdasi gelap itu menembak ke arah Duta Besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov. Delapan peluru melesat dari pistol milik polisi antihuru-hara Turki ini menghantam Karlov tengah menyampaikan sambutan.

Sambil menembak, Mevlut Mert Aydintas berteriak dalam bahasa Arab dan Turki, seperti dilansir Russian TV. "Jangan lupa soal Aleppo", "jangan lupa mengenai Suriah" dan dia juga bertakbir.

Aydintas dikabarkan tewas dalam baku tembak dengan polisi setelah melaksanakan aksinya. Karlov dilarikan ke rumah sakit, namun Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan dia sudah mengembuskan napas terakhir.

Motifnya sejauh ini diperkirakan sebagai protes atas pengepungan dan penggempuran terhadap wilayah timur Kota Aleppo, Suriah, oleh pasukan rezim Basyar al-Assad dibantu Rusia dan Hizbullah.

Kejadian itu berlangsung sehari setelah demonstrasi besar-besaran di Turki memprotes apa yang mereka sebut pembantaian di Aleppo. Setelah menyatakan kemenangan di Aleppo, Suriah memberi jalur evakuasi bagi pemberontak telah mengaku menyerah dan warga sipil untuk keluar dari kota itu.

Duta besar Rusia
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan langsung menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memberitahu peristiwa itu. Keduanya menyebut kenekatan Aydintas sebagai tindakan provokatif. "Siapa saja ingin merusak hubungan kedua negara tidak akan berhasil," kata Erdogan.

Dalam pidato televisinya, Putin bilang penemabkan atas Karlov merupakan provokasi untuk mengganggu normalisasi hubungan kedua negara dan proses perdamaian di Suriah. Dmitry Peskov, juru bicara Putin, mengatakan satu tim penyelidik dari Rusia akan tiba di Turki untuk membantu proses investigasi atas kasus itu.

Sebelum kejadian, ada rencana pertemuan menteri luar negeri Rusia, Turki, dan Iran di Ibu Kota Moskow hari ini.  
 
Andrei karlov, 62 tahun, adalah diplomat veteran pernah menjadi duta besar Uni Soviet untuk Korea Utara selama 1980-an. Setelah Soviet runtuh pada 1991, dia sempat menjabat duta besar untuk Korea Selatan sebelum kembali memegang pos serupa di Korea Utara selama lima tahun sejak 2001.

Dia baru pindah ke Ankara pada Juli 2013 dan menangani krisis diplomatik kedua negara tahun lalu setelah jet tempur Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia dekat perbatasan Suriah. Hubungan kedua negara baru-baru ini mencair setelah Erdogan meminta maaf.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Bandar al-Galud)

Putera mahkota Arab Saudi batalkan lawatan ke Indonesia

Kunjungan ke Mayasia juga dibatalkan.

Menteri Luar Negeri Yaman duduk di samping Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat pembukaan konferensi perdamaian di Timur Tengah, digelar pada 14 Februari di Ibu Kota Warsawa, Polandia. (Arab Observer)

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

Kuasa Usaha Sementara Indonesia untuk Suriah Didi Wahyudi pada Jumat, 28 Agustus 2015, melepas 13 tenaga kerja perempuan akan dipulangkan ke Indonesia. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Putera mahkota Saudi tiba di Jakarta Senin sore

Ini bakal menjadi lawatan luar negeri pertama Bin Salman setelah citra Saudi dan dirinya ternoda akibat pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.





comments powered by Disqus