kabar

ISIS tawarkan hadiah US$ 1 juta bagi pembunuh pejuang Denmark

Joanna Palani ikut memerangi ISIS di Suriah bareng pasukan Kurdi.

20 Desember 2016 10:53

Akun-akun media sosial ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) telah menyerukan afiliasi mereka di Eropa untuk membunuh perempuan Denmark melawan ISIS.

Milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu menawarkan hadiah fulus US$ 1 juta bagi siapa saja bisa membunuh Joanna Palani, warga negara Denmark berdarah Kurdi, seperti dilansir Al-Arabiya.

Joanna, 23 tahun, kini ditahan dan tengah diadili di pengadilan Ibu Kota Kopenhagen, Denmark. Dia didakwa melanggar aturan hukum berlaku di sana karena telah bergabung dengan para pejuang Kurdi di Suriah memerangi ISIS.

Joanna berhenti kuliah pada 2014 untuk pergi ke Suriah. Denmark pada Juni 2015 memberlakukan larangan ke luar negeri setahun bagi Joanna.  

Sejumlah laporan menyebutkan Joanna ikut memerangi ISIS bersama pasukan Kurdi karena alasan kemanusiaan. "Tentara ISIS sangat mudah untuk dibunuh," kata Joanna awal tahun ini.

Jika terbukti bersalah, Joanna diancam hukuman dua tahun penajara. "Bagaimana bisa saya mengancam Denmark dan negara lain karena menjadi tentara di pasukan resmi dilatih dan disokong langsung oleh Denmark untuk memerangi ISIS?" tulis Joanna dalam akun Facebooknya, tidak lama setelah paspornya dicabut.

Joanna lahir dari keluarga campuran Iran-Kurdistan di sebuah kamp pengungsi di Kota Ramadi, Irak, saat pecah Perang Teluk pada 1991. Keluarganya mendapat suaka di Denmark saat dia masih kecil.

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video dilansir pada 29 April 2019. (Twitter)

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video

Dia terakhir kali tampil di depan publik saat berkhotbah Jumat di Mosul pada 2014.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

80 warga Indonesia eks ISIS terjebak di kamp Kurdi

Pemerintah akan memverifikasi status kewarganegaraan mereka.

Wilayah dikuasai ISIS. (govexec.com)

Trump umumkan kemenangan atas ISIS

Amerika segera menarik pasukannya dari Suriah.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.





comments powered by Disqus