kabar

Duta besar Rusia tidak khawatir dengan keamanan di Indonesia

Galuzin menilai protes di depan Kedutaan Rusia Senin lalu tidk menggambarkan posisi pemerintah Indonesia dan sikap mayoritas mayarakat.

21 Desember 2016 22:58

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin mengaku tidak menecemaskan situasi keamanan di Indonesia. Dia percaya pembunuhan atas Duta Besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov tidak akan berlaku bagi diplomat atau warga Rusia tinggal di Indonesia.

Duta Besar Karlov Senin lalu tewas ditembak Mevlut Mert Altintas, polisi antihuru-hara Turki. Kejadian itu berlangsung saat Karlov tengah memberi sambutan dalam pembukaan pameran foto bertema "Rusia di mata orang Turki", digelar di sebuah galeri di Ibu Kota Ankara, Turki.

Rusia kemarin telah mengirim tim investigasi ke Ankara untuk ikut menyelidiki kasus penembakan Karlov bareng aparat keamanan Turki.  

Karena keyakinan itu pula, Galuzin dalam jumpa pers hari ini di kediaman resminya di Jakarta, memastikan pihaknya tidak akan menutup Kedutaan Besar Rusia dan fasilitas lainnya milik negara Beruang Merah itu di Jakarta.

"Para teroris dan orang-orang di belakang mereka mungkin meyakini usaha mereka untuk menakuti kami, untuk membuat kami menghentikan kegiatan kami bakal gagal karena kami tidak takut," kata Galuzin. "Paling utama tidak mungkin membuat kami menyerah dalam perang terhadap teroris internasional."

Meski begitu, dia menegaskan pengamanan terhadap kedutaan besar dan fasilitas Rusia lainnya di Jakarta bakal makin ditingkatkan. Hal ini sesuai instruksi dari Presiden Vladimir Putin untuk makin memperketat pengamanan semua Kedutaan Besar Rusia di luar negeri setelah peristiwa terbunuhnya Karlov.  

Galuzin menjelaskan akan terus berkonsultasi dan berkomunikasi secara erat dengan aparat penegak hukum dan Kementerian Luar Negeri Indonesia mengenai langkah-langkah diperlukan untuk meperketat pengamanan kedutaan besar dan fasilitas kepunyaan Rusia di Jakarta.      

Dalam kesempatan itu, Galuzin juga mengomentari unjuk rasa dilakukan lebih dari seratus orang menamakan diri Gerakan Kemanusiaan 212 di depan Kedutaan Besar Rusia Senin lalu. Mereka mengecam campur tangan Rusia dalam pengepungan dan pengggempuran basis pemberontak di wilayah timur Kota Aleppo.

Galuzin menilai protes tersebut tidak menggambarkan posisi pemerintah Indonesia dan sikap sebagian besar masyarakat Indonesia terhadap Rusia terkait Perang Suriah.

"Saya kira demonstrasi itu digalang dan dilakukan oleh bagian sangat kecil dari masyarakat Indonesia yang bisa dianggap radikal," ujarnya. "Protes itu tidak menunjukkan kebijakan resmi pemerintah Indonesia, tidak mewakili sikap dari mayoritas masyarakat Indonesia terhadap Rusia."

Bahkan Galuzin menilai sejak memulai tugasnya di Indonesia pada 2012, dia menganggap masyarakat Indonesia sangat bersahabat dengan Rusia dan memiliki keinginan besar untuk mengadakan kerja sama dengan di sektor politik, ekonomi, militer, budaya, pendidikan dan bidang lainnya.

Galuzin mengaku mengenal mendiang Karlov secara pribadi. Sebelum berangkat ke Indonesia empat tahun lalu, dia berbincang lama dengan Karlov seputar layanan konsuler di Indonesia. Galuzin terakhir kali bertemu Karlov saat semua duta besar Rusia dikumpulkan di Moskow pertengahan tahun ini.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai dan persenjatai 12 kelompok pemberontak di Suriah

Tiap pemberontak mendapat bayaran US$ 75 saban bulan. Juga ada dana tambahan untuk 12 kelompok pemberontak buat membeli senjata di pasar gelap Suriah.

Militer Israel memberikan pertolongan pertama terhadap satu dari empat anak yatim piatu Suriah menjadi korban luka dalam perang, sebelum dilarikan ke rumah sakit di Israel pada 29 Juni 2018. )the Israel Defense Forces)

Israel selamatkan 800 relawan Helm Putih dari Suriah

Evakuasi itu dilakukan setelah Inggris, Jerman, dan Kanada bersedia memberikan suaka.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Senjata bikinan Israel ditemukan dalam gudang senjata ISIS

Israel dan ISIS memang memiliki kepentingan sama, yakni menggulingkan rezim Basyar al-Assad disokong oleh Iran.

Militer Israel memberikan pertolongan pertama terhadap satu dari empat anak yatim piatu Suriah menjadi korban luka dalam perang, sebelum dilarikan ke rumah sakit di Israel pada 29 Juni 2018. )the Israel Defense Forces)

Israel rawat empat anak yatim piatu Suriah

Jumlah pengungsi Suriah di perbatasan dengan israel di Dataran Tinggi Golan meningkat menjadi sekitar 270 ribu orang.





comments powered by Disqus