kabar

Agama Yahudi mengharamkan perayaan malam tahun baru

"Karena kami orang Yahudi mempunyai tahun baru sendiri diberi nama Rosh Hasanah."

27 Desember 2016 15:22

Perayaan malam tahun baru rupanya tidak lazim digelar di tempat-tempat terbuka di Israel. Sebab Yudaisme, agama dianut kaum Yahudi, mengharamkan perayaan malam pergantian tahun.

"Di Israel tidak ada perayaan malam tahun baru," kata Emanuel Shahaf, warga Yahudi Israel tinggal di Desa Heirut, sekitar 50 kilometer barat daya Yerusalem, saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya hari ini. "Karena kami orang Yahudi mempunyai tahun baru sendiri diberi nama Rosh Hasanah."

Rosh Hasanah adalah tahun baru orang Yahudi, biasanya berlangsung saban September. Perayaannya selama dua hari dan biasa disebut Festival Terompet.

Shahaf bilang orang Yahudi seperti kaum muslim yang memiliki 1 Muharam dalam penanggalan Hijriyah sebagai tahun baru Islam.

Namun sejak tahun lalu, menurut pengusaha kerap bolak-balik ke Indonesia ini,  setelah ada gugatan ke pengadilan, pesta malam tahun baru boleh digelar terbatas di hotel-hotel, klub malam, atau rumah-rumah pribadi.

Tadinya, Shahaf menambahkan, Otoritas Kerabbian Israel mengancam menarik sertifikat kosher (halal) bagi hotel yang menggelar perayaan malam pergantian tahun.

Dalam tradisi Nasrani, 1 Januari adalah peringatan penamaan dan penyunatan Yesus.

Konsep perayaan tahun baru sudah ada di Kerajaan Mesopotamia sejak dua ribu tahun sebelum kelahiran Nabi Isa. Mereka tadinya menetapkan pertengahan Maret sebagai awal permulaan tahun. Kalender awal Romawi - memiliki sepuluh bulan - juga memutuskan 1 Maret sebagai tahun baru.

Pertama kali tahun baru dirayakan pada 1 Januari di Kerajaan Romawi pada tahun 163 sebelum Masehi. Bulan Januari baru ada sekitar tahun 700 sebelum Masehi, ketika raja kedua Romawi, Numa Pontilius, menambahkan Januari dan Februari dalam kelander.  

Uskup Ava Morkos memimpin misa Kristen Koptik pertama di Arab Saudi pada 2 Desember 2018. (Twitter/DrMahmoudRefaat)

Menanti salib tegak di negara Kabah

Raja Abdullah pernah bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan ke Vatikan pada 2007.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman dikabarkan sakit parah

Pangeran Ahmad mendapat sokongan dari para pangeran senior untuk menjadi raja Arab Saudi berikutnya.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Paus Fransiskus akan kunjungi UEA pada Februari 2019

UEA bakal menjadi negara muslim ketujuh didatangi Paus Fransiskus.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.





comments powered by Disqus