kabar

Asal mula konflik Suriah

"Saya pun pernah salat di masjid orang Syiah di kompleks makam Sayyidah Zainab, tidak ada masalah. Orang Syiah salat di masjid Sunni juga biasa saja," kata Najih.

29 Desember 2016 13:57

Angin Musim Semi Arab telah menggulingkan Presiden Tunisia Zainal Abidin bin Ali pada Januari 2011. Bulan selanjutnya, giliran Presiden Mesir Husni Mubarak dipaksa lengser dan angin terus berembus ke Libya hingga akhirnya Muammar al-Qaddafi mengembuskan napas terakhir di tangan pemberontak.

Sebulan kemudian, Musim Semi Arab tiba di Suriah. Bermula dari coretan sejumlah pelajar sekolah dasar di tembok-tembok di Daraa, kota di barat daya Suriah dan berjarak sekitar 13 kilometer sebelah utara dari wilayah perbatasan dengan Yordania.  

Muhammad Najih Ramadhan, berkuliah pada 2010-2012 di Universitas Ahmad Kuftaro di Ibu Kota Damaskus, Suriah, mengaku tidak mengetahui apakah anak-anak itu ada yang menyuruh untuk membuat tulisan membikin merah kuping penguasa. "Tulisannya berbunyi Irhal ya Basyar (Pergilah ya Basyar!)," katanya saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya kemarin.

Sayangnya, menurut sekretaris jenderal Ikatan Alumni Syam Indonesia (Al-Syami) ini, militer Suriah malah melakukan blunder. Mereka menangkapi anak-anak itu, jumlahnya tidak sampai sepuluh orang. Penangkapan ini memicu protes dari keluarga.

Untuk menenangkan suasana, Mufti Agung Suriah Syekh Ahmad Badrudin Hasun sampai datang langsung ke Daraa. Ulama bermazhab Hanafi ini menjadi mufti agung Suriah sejak Juli 2005, menggantikan Syekh Ahmad Kuftaro yang wafat.

Momentum ini dipakai oleh orang-orang tidak suka Assad dengan menggelar unjuk rasa selepas salat Jumat di Masjid Bani Umayyah di Damaskus. Mereka menuntut Assad lengser. "Ada sekitar 500 orang berdemonstrasi," ujar Najih.

Protes serupa bermunculan di beragam kota di seantero Suriah, termasuk di basis-basis pembangkang: Homs, Idlib, Daraa, dan Hama.

Najib bilang Syekh Badrudin Hasun dan Mufti Damaskus Syekh Said Ramadan al-Buthi sejatinya meminta rakyat tidak turun ke jalan. Alasannya, hal itu bisa makin memperunyam masalah dan memicu konflik terbuka.

Kedua ulama tersohor itu, menurut Najih, mengakui memang sebagian besar rakyat Suriah sudah bosan dipimpin oleh klan Assad, berasal dari minoritas Syiah Alawi dengan jumlah penganut terbesar di Kota Lattakia, merupakan kampung halaman Assad.

"Tapi imbauan Syekh Badrudin Hasun dan Syekh Ramadan al-Buthi tidak dihiraukan lagi," tutur Najih. "Karena keduanya sudah dianggap kaki tangan Assad."

Namun sebagian pihak di Suriah sejak lama sudah mendengar selentingan ada skenario asing ingin meluluhlantakkan Suriah. Rencana ini disusun lantaran rezim Basyar, sejak ayahnya, Hafiz al-Assad, berkuasa tidak mau mengakui Israel.

Bahkan pemerintah Suriah menjadikan wilayahnya sebagai tempat latihan bagi Hamas dari Palestina dan Hizbullah asal Libanon, dua milisi sokongan Iran bertujuan memerangi negara Zionis itu. Assad juga memberi tempat bagi pemimpin Hamas Khalid Misyaal dan pentolan Hizbullah Imad Mughniyah bersembunyi di Damaskus.

Dari rumor beredar, kata Najih, Suriah bakal dipecah menjadi lima negara kecil, yakni Aleppo, Homs, Idlib, Hama, dan Daraa.

Alhasil, Najih menekankan tidak benar Perang Suriah meletup sejak 2011 lantaran konflik Sunni dan Syiah. Dari dulu penduduk Suriah, negara sekuler sosialis, multietnis (Arab, Kurdi, Armenia, Turkman, dan lainnya), serta multiagama dan sekte (muslim Sunni dan Syiah, Katolik Orthodoks Timur, Orthodoks Suriah, Protestan, Druze, dan bahkan atheis), hidup aman dan damai. Toleransi tercipta antar etnis dan pemeluk agama atau sekte.

Meski Assad penganut Syiah Alawi, dicap sesat oleh kaum Syiah di Iran, Najih menjelaskan Assad tidak terlalu menonjolkan ajaran Syiahnya. Dia pun memberikan perhatian besar terhadap kepentingan kaum Sunni mayoritas dianut rakyat negara Syam itu. Najih mencontohkan sebelum dijabat Syekh Badrudin Hasun, Mufti Agung Suriah Syekh Ahmad Kuftaro juga berpaham Sunni dengan mazhab Syafii.

"Saya pun pernah salat di masjid orang Syiah di kompleks makam Sayyidah Zainab, tidak ada masalah. Orang Syiah salat di masjid Sunni juga biasa saja," kata Najih. Kubur dikeramatkan kaum Syiah ini terletak di Damaskus. Sayyidah Zainab adalah cucu dari Nabi Muhammad, anak perempuan dari pasangan Ali bin Abi Thalib dan Fathimah.  

Karena itu bisa dipastikan dan sudah terbukti, perang tidak berkesudahan di Suriah karena ada campur tangan asing.        

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai dan persenjatai 12 kelompok pemberontak di Suriah

Tiap pemberontak mendapat bayaran US$ 75 saban bulan. Juga ada dana tambahan untuk 12 kelompok pemberontak buat membeli senjata di pasar gelap Suriah.

Militer Israel memberikan pertolongan pertama terhadap satu dari empat anak yatim piatu Suriah menjadi korban luka dalam perang, sebelum dilarikan ke rumah sakit di Israel pada 29 Juni 2018. )the Israel Defense Forces)

Israel selamatkan 800 relawan Helm Putih dari Suriah

Evakuasi itu dilakukan setelah Inggris, Jerman, dan Kanada bersedia memberikan suaka.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Senjata bikinan Israel ditemukan dalam gudang senjata ISIS

Israel dan ISIS memang memiliki kepentingan sama, yakni menggulingkan rezim Basyar al-Assad disokong oleh Iran.

Militer Israel memberikan pertolongan pertama terhadap satu dari empat anak yatim piatu Suriah menjadi korban luka dalam perang, sebelum dilarikan ke rumah sakit di Israel pada 29 Juni 2018. )the Israel Defense Forces)

Israel rawat empat anak yatim piatu Suriah

Jumlah pengungsi Suriah di perbatasan dengan israel di Dataran Tinggi Golan meningkat menjadi sekitar 270 ribu orang.





comments powered by Disqus