kabar

Israel rilis 200 ribu dokumen rahasia soal penculikan bayi Yahudi asal Yaman

Tuntutan itu sebuah revolusi kebudayaan oleh orang-orang Yahudi Mizrahi, dari negara-negara Arab, terhadap hegemoni budaya lama dari orang-orang Yahudi Ashkenazi asal negara-negara Eropa.

30 Desember 2016 04:15

Sebagian keluarga di Israel pernah menerima surat panggilan wajib militer dan kartu pendaftaran pemilih bagi anak-anak mereka telah diumumkan meninggal saat masih bayi. Banyak lagi keluarga Yahudi asal Yaman lainnya tidak pernah mendapat penjelasan resmi mengenai kematian bayi-bayi mereka, bahkan tidak pernah melihat mayat apalagi kuburan mereka.

Selama beberapa dasawarsa, sekitar seribu keluarga imigran yahudi asal Yaman hidup diselimuti rasa ragu dan tidak percaya kepada pemerintah. Mereka menuding ada penculikan sistematis terhadap bayi-bayi mereka dan negara Arab lainnya saat mereka baru tiba di Israel pada 1950-an, untuk diadopsi oleh keluarga-keluarga elite Yahudi Ashkenazi tidak memiliki anak.

Banyak dari bayi dan anak-anak hilang itu mulanya dibawa ke klinik atau rumah sakit karena sakit akibat kondisi kamp penampungan sementara menyedihkan dan kelebihan kapasitas.

Rabu lalu, pemerintah Israel merilis sekitar 200 ribu dokumen tadinya dirahasiakan soal bayi-bayi hilang itu melalui sebuah situs resmi. Pemerintah berharap dokumen tersebut bisa menjelaskan mengenai sejarah kelam saat Israel masih berusia belia.

Komisi investigasi bekerja sejak 1960-an dan terdiri dari tiga anggota  menyimpulkan tidak pernah ada penculikan bayi Yahudi imigran Yaman secara sistematis dan terencana buat kepentingan adopsi. Komisi itu menyimpulkan mereka meninggal namun banyak keluarga tidak percaya atas hasil penyelidikan ini.

"Hari ini (Rabu lalu) kami sedang membetulkan sejarah soal ketidakadilan, diskriminasi, atau sesuatu dirahasiakan, kami sendiri tidak tahu kebenaran mengenai hilangnya anak-anak imigran Yahudi asal Yaman," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat meresmikan beroperasinya situs menerbitkan 200 ribu dokumen rahasia itu. "Sepahit realitasnya, kami tidak siap untuk membiarkan hal itu berlanjut."

Isu hilangnya bayi-bayi Yahudi asal Yaman meruap dengan adanya tuntutan dari generasi baru meminta keterbukaan, termasuk saudara-saudara kandung dari bayi-bayi raib tersebut, kini telah tumbuh dewasa di Israel dan berpendidikan lebih maju ketimbang orang-orang tua mereka saat pindah ke negara Zionis ini.

Tuntutan itu sebuah revolusi kebudayaan oleh orang-orang Yahudi Mizrahi, dari negara-negara Arab, terhadap hegemoni budaya lama dari orang-orang Yahudi Ashkenazi asal negara-negara Eropa. Jumlah Yahuzi Mizrahi setengah dari total penduduk Israel.

Seruan agar negara membuka rahasia sejarah kelam itu datang dari orang-orang biasa, macam Avner Tzuri, agen asuransi berusia 52 tahun di Yerusalem. Saudara kandung perempuannya, Malka, dibawa ke rumah sakit suatu hari pada Juli 1953, kemudian dinyatakan meninggal dan dikuburkan besoknya.

Tuntutan juga muncul dari sejumlah anggota parlemen yang saudara kandung mereka hilang. Penyanyi tersohor Boaz Sharabi, 69 tahun, pernah terisak di depan televisi saat berbicara tentang Ada, kembaran perempuannya juga hilang.

Komisi investigasi berhasil memperoleh dokumen dari 1.060 bayi Yahudi Yaman hilang dan sertifikat kematian milik 923 orang di antara mereka. Dalam kasus 69 anak lainnya tidak ada catatan dan status mereka tidak diketahui.

"Saya tidak yakin publikasi ini bakal membuka luka lama," ujar Tzachi Hanegbi, menteri ditunjuk Netanyahu untuk mempelajari dokumen-dokumen rahasia tersebut. "Tidak ada lagi yang disembunyikan. Semua sudah diterbitkan."

Foto Aisyah bersama suaminya di pelaminan, pemberian seorang pemberontak kepada saya saat berkunjung ke rumah Aisyah di Tripoli, Libya, 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Janda dan dua anak dari mendiang Muammar Qaddafi diizinkan bepergian ke mana saja

Hanya Saif al-Islam, anak Qaddafi memilih tinggal di Libya.

Menteri Informasi Libanon George Qardahi mundur pada 3 Desember 2021. (Middle East in 24)

Menteri informasi Libanon berhenti agar hubungan dengan Saudi membaik

Qardahi menyebut Al-Hutiyun membela diri dari agresi Saudi dan sekutunya.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Duta besar Saudi bantah negaranya ancam Indonesia untuk tolak resolusi soal perang Yaman

"Hubungan antara Saudi dan Indonesia kukuh dan tidak berdasarkan ancaman atau ketidaksepakatan," kata Isam Abid.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Saudi ancam Indonesia jika tidak tolak resolusi untuk selidiki kejahatan perang di Yaman

Saudi akan mempersulit warga Indonesia berhaji dan berumrah kalau tidak menolak resolusi itu.





comments powered by Disqus