kabar

Pelaku Teror Istanbul kemungkinan asal Uzbekistan atau Kirgistan

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas penembakan di klub malam Reina.

02 Januari 2017 09:31

Lewat keterangan tertulis hari ini, ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di klub malam Reina di Kota Istanbul, Turki.

Aparat keamanan masih memburu pelaku belum diketahui identitasnya itu. Saat beraksi Ahad dini hari lalu, lelaki bersenjata senapan serbu Kalashnikov ini bermantel dan bertopi wol.

Penembakan serampangan terhadap lebih dari lima ratus pengunjung Reina itu menewaskan 39 orang dan mencederai 69 lainnya. Pelaku menembakkan 180 peluru dalam insiden ini.

Mengutip sejumlah pejabat, surat kabar Hurriyet dan Karrar melaporkan pelaku kemungkinan dari Uzbekistan atau Kirgistan.

Foto Aisyah bersama suaminya di pelaminan, pemberian seorang pemberontak kepada saya saat berkunjung ke rumah Aisyah di Tripoli, Libya, 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Janda dan dua anak dari mendiang Muammar Qaddafi diizinkan bepergian ke mana saja

Hanya Saif al-Islam, anak Qaddafi memilih tinggal di Libya.

Menteri Informasi Libanon George Qardahi mundur pada 3 Desember 2021. (Middle East in 24)

Menteri informasi Libanon berhenti agar hubungan dengan Saudi membaik

Qardahi menyebut Al-Hutiyun membela diri dari agresi Saudi dan sekutunya.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Duta besar Saudi bantah negaranya ancam Indonesia untuk tolak resolusi soal perang Yaman

"Hubungan antara Saudi dan Indonesia kukuh dan tidak berdasarkan ancaman atau ketidaksepakatan," kata Isam Abid.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Saudi ancam Indonesia jika tidak tolak resolusi untuk selidiki kejahatan perang di Yaman

Saudi akan mempersulit warga Indonesia berhaji dan berumrah kalau tidak menolak resolusi itu.





comments powered by Disqus