kabar

Orang terkaya di Yordania ikut tewas dalam Teror Istanbul

Sarraf, konglomerat kelahiran Irak, mempunyai 13 perusahaan di Yordania dan Irak.

03 Januari 2017 14:21

Muhammad as-Sarraf, salah satu orang paling tajir di Yordania, termasuk dalam 39 korban tewas akibat serangan teror di klub malam Reina di Kota Istanbul, Turki.

Tragedi Ahad dini hari lalu itu juga melukai 69 orang lainnya. Polisi telah merilis foto-foto pelaku, seorang lelaki telah menetap di Konya, Turki, sejak November tahun lalu.

Sarraf, konglomerat kelahiran Irak, mempunyai 13 perusahaan di Yordania dan Irak. Ayah tiga anak ini tengah pelesiran ke Istanbul buat merayakan malam tahun baru bareng koleganya, Nauras Assaf, dan istri mereka, serta satu pasangan lainnya.

Sarraf adalah pendiri Mahdi Group of Companies, bergerak di beragam sektor dan menjadi pemasok berbagai jenis barang, mulai mesin-mesin berat, kendaraan, hingga struktur baja. Mereka juga bergerak di perdagangan umum, telekomunikasi, dan lainnya. Mahdi Group pernah melaksanakan sejumlah proyek besar di Timur Tengah dan merupakan pemasok terpercaya ke kementerian dan lembaga-lembaga pemerintah di Yordania.

Sedangkan Assaf pemilik kedai kopi Visa Vis dan restoran Dair al-Qamar.

Assaf juga terbunuh dalam tragedi itu dan istrinya luka parah, kini menjalani perawatan intensif di Istanbul. "Nauras dan Muhammad pelesiran ke Turki bareng istri mereka dan satu pasangan lainnya. Mereka hanya ingin bersenang-senang dan cuti dari pekerjaan," kata seorang kerabat Assaf, juga pernah bertemu dan kenal dengan Sarraf, kepada the Jordan Times kemarin.

Istrinya Sarraf dan pasangan suami istri asal Yordania lainnya juga cedera dalam kejadian itu.

Jenazah Sarraf dan Assaf dimakamkan di Yordania kemarin.

Polisi masih memburu pelaku. Meski mengklaim sudah memiliki sidik jari tersangka, polisi belum mau mengumumkan identitasnya.

Foto Aisyah bersama suaminya di pelaminan, pemberian seorang pemberontak kepada saya saat berkunjung ke rumah Aisyah di Tripoli, Libya, 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Janda dan dua anak dari mendiang Muammar Qaddafi diizinkan bepergian ke mana saja

Hanya Saif al-Islam, anak Qaddafi memilih tinggal di Libya.

Menteri Informasi Libanon George Qardahi mundur pada 3 Desember 2021. (Middle East in 24)

Menteri informasi Libanon berhenti agar hubungan dengan Saudi membaik

Qardahi menyebut Al-Hutiyun membela diri dari agresi Saudi dan sekutunya.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Duta besar Saudi bantah negaranya ancam Indonesia untuk tolak resolusi soal perang Yaman

"Hubungan antara Saudi dan Indonesia kukuh dan tidak berdasarkan ancaman atau ketidaksepakatan," kata Isam Abid.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Saudi ancam Indonesia jika tidak tolak resolusi untuk selidiki kejahatan perang di Yaman

Saudi akan mempersulit warga Indonesia berhaji dan berumrah kalau tidak menolak resolusi itu.





comments powered by Disqus