kabar

Mossad buka lowongan agen rahasia bagi kaum hawa

Dari total pekerja ada di Mossad, 40 persennya adalah perempuan.

05 Januari 2017 11:23

Beberapa tahun belakangan, badan intelijen legendaris asal Israel, Mossad, agak membuka diri, terutama saat memerlukan agen-agen baru. Kali ini, dinas rahasia luar negeri negara Zionis itu membuka lowongan mata-mata bagi kaum hawa.

Selain dalam situs resminya, Mossad memasang iklan lowongan itu di beragam surat kabar. "Dibutuhkan wanita kuat," kata pariwara bergambar bayangan seorang perempuan. "Kami tidak peduli dengan apa yang telah Anda kerjakan, kami hanya peduli mengenai siapa Anda!"

Di situs resminya, Mossad membuka diri bagi yang ingin melamar di Mossad untuk mengisi lowongan di departemen operasi, intel, staf, dan teknologi.

Iklan lowongan agen rahasia bagi kaum lelaki juga disebarluaskan.

Menurut situs berita Yediot Ahronot, ini kali pertama Mossad melakukan rekrutmen terbuka untuk perempuan. Dari total pekerja ada di Mossad, 40 persennya adalah perempuan.

Pohon Natal dipajang dalam  the Big Fashion Mall di Kota Ashdod, selatan Israel. (Courtesy)

Pejabat Yahudi ultra-ortodoks desak mal singkirkan pohon Natal

Meski Natal hari suci bagi umat Nasrani, namun bukan hari libur di Israel.

Gereja di Ibu Kota Teheran, Iran, 5 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Iran tangkap 114 warganya karena murtad

Iran memang membebaskan warganyan beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing, tapi orang Islam murtad adalah sebuah kejahatan. Hukumannya penjara lebih dari sepuluh tahun.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu targetkan buka hubungan diplomatik dengan Arab Saudi tahun depan

Banyak negara Arab ingin bekerjasama dengan Israel dalam sektor keamanan dan pertahanan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Oman dan Sudan izinkan wilayah udara mereka dilintasi pesawat Israel

Klaim Netanyahu ini sekaligus membuktikan kian mesranya hubungan antara negara-negara berpenduduk mayoritas muslim dengan Israel.





comments powered by Disqus