kabar

Mantan Presiden Iran Rafsanjani wafat

Pada 2015, Rafsanjani bilang Iran akan dihapus dari peta dunia.

09 Januari 2017 04:40

Mantan Presiden Iran Akbar Hasyimi Rafsanjani kemarin meninggal setelah mengalami serangan jantung, seperti dilansir kantor berita ISNA dan Fars.

Rafsanjani, 82 tahun, dua kali menjabat presiden selama 1989-1997, merupakan tokoh sangat penting dalam Revolusi Islam 1979.

Dalam karier politiknya, dia pernah memimpin Dewan Kebijaksanaan, bertugas menyelesaikan sengketa antara parlemen dan Garda Revolusi. Dia juga anggota Dewan Ahli, lembaga berisi para ulama bertugas memilih dan memberhentikan pemimpin agung Iran.

Salah satu kerabatnya, Husain Marasyi, bilang Ragsanjani sempat dilarikan ke rumah sakit.

"Ayatullah Akbar Hasyimi Rafsanjani diangkut ke rumah sakit setelah kena serangan jantung," kata Ketua Dewan Kebijaksanaan Reza Sulaimani. "Meski dokter berusaha keras menolong, nyawanya tidak bisa diselamatkan."

Rouhani, teman lama pendiri Republik Islam Iran Ayatullah Khomeini, dikenal sebagai tokoh pembaru dan moderat. 

Dia diangkat sebagai panglima angkatan bersenjata di hari-hari terakhir Perang Iran-Irak dan menerima resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa buat mengakhiri konflik berlangsung pada 1980-1988 itu.

 Dua momen terjadi setelah kematian Khomeini pada 1989 menentukan Iran modern: Ayatullah Ali Khamenei menjadi pemimpin tertinggi dan di tahun sama Rafsanjani menjabat presiden.

Kedua tokoh berpengaruh ini kadang bekerja sama, lain waktu berselisih. Khameini berupaya memelihara Iran sebagai basis anti'Barat di Timur Tengah, sedangkan Rafsanjani menyokong perubahan.

Selagi menjadi presiden, Rafsanjani membuka perekonomian Iran hampir menemui ajal, mendorong program keluarga berencana lewat penggunaan alat kontrasepsi, dan menempatkan kaum hawa di posisi-posisi penting. Semu langkah ini ditolak kelompok garis keras.

Namun Rafsanjani juga memupuk harta. Dia diyakini termasuk salah satu orang paling tajir di Iran. Majalah Forbes menempatkan dia dalam daftar Mullah Miliarder. 

Walau di bawah Rafsanjani, negara Mullah itu dipandang melakoni demokrasi gaya Barat, tapi kaum pembangkang tetap ditekan. Pada 2015, dia mengatakan Israel bakal dihapus dari peta dunia.

Ketoka menjabat ketua Dewan Ahli, Rafsanjani mendukung tokoh reformis Mir Husain Musawi dalam pemilihan presiden 2009, tapi kalah dari Mahmud Ahmadinejad.

Pemilihan presiden 2009 itu memicu sengketa antara Rafsanjani dan Khamenei. Ahmadinejad menuding Musawi disokong orang-orang walau dia tidak menyebut nama Musawi.

Rafsanjani dan keluarganya tenggam setelah itu. Pencalonannya dalam pemilihan presiden 2013 diblok Garda Revolusi.

Rafsanjani tutup usia meninggalkan lima anak, termasuk Mahdi, tengah mendekam dalam penjara setelah divonis sepuluh tahun atas kasus kejahatan keuangan dan keamanan.

 

Muhammad Ramadan, pengacara hak asasi manusia  ditangkap aparat keamanan Mesir karena memakai rompi kuning pada 10 Desember 2018. (Facebook)

Mesir tangkap seorang pengacara karena pakai rompi kuning

Hukum berlaku di Mesir tidak bisa menangkap orang lantaran memiliki rompi kuning.

Demonstran berompi kuning.  (Twitter)

Mesir batasi penjualan rompi kuning jelang peringatan delapan tahun revolusi

Kairo khawatir demonstrasi di Paris menular ke Mesir.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Pasukan pengawal Khamenei ditempatkan di perbatasan Iran-Irak

Brigade As-Sabrin biasa diterjunkan di lokasi-lokasi bakal dikunjungi Khamenei.

Fatimah Rafsanjani, putri dari mendiang mantan Presiden Iran Akbar Hasyimi Rafsanjani. (yalibnan.com)

Putri Rafsanjani sebut kematian ayahnya misterius

Pihak oposisi mengklaim Rafsanjani dibunuh.





comments powered by Disqus