kabar

Maroko larang produksi dan penjualan burqa

Dengan alasan keamanan karena banyak bandit bercadar saat melakukan kejahatan.

10 Januari 2017 23:50

Maroko telah melarang produksi dan penjualan burqa dengan alasan keamanan, seperti dilansir media setempat hari ini.

Burqa adalah jenis pakaian tradisional Islam menutup seluruh wajah dan tubuh perempuan, dengan bagian tembus pandang di wilayah mata.

Meski tidak ada pengumuman resmi dari pemerintah, laporan beragam media lokal menyebutkan Kementerian Dalam Negeri Maroko sudah memerintahkan larangan itu berlaku mulai pekan ini.

"Kami sudah mengambil langkah untuk sepenuhnya melarang impor, produksi, dan penjualan burqa di semua kota dan wilayah di Maroko," kata seorang pejabat tinggi Kementerian Dalam Negeri Maroko, seperti dikutip situs berita Le360.

Le360 bilang kebijakan itu diambil karena masalah keamanan, sebab para bandit berulang kali memakai burqa saat melakukan kejahatan mereka.  

Kebanyakan kaum hawa di Maroko, di mana Raja Muhammad VI lebih coondong pada Islam moderat, menyukai jilbab ketimbang menutup seluruh wajah mereka.

Di utara Maroko merupakan basis penduduk konservatif, banyak perempuan muslimah mengenakan niqab, dengan menyisakan sedikit bagian mata terbuka.

Di beberapa kawasan di Kota Kasablanka, para pejabat Kementerian Dalam Negeri kemarin mengkampanyekan soal larangan penjualan burqa, seperti dilaporkan situs berita Media 24.

Di Taroudant, selatan Maroko, aparat berwenang telah memerintahkan pedagang berhenti memproduksi dan menjual burqa. Mereka juga disuruh membakar stok burqa mereka dalam 48 jam.

Para pedagang di Ouislane, kota kecil di utara Maroko, juga mendapat instruksi serupa.

Kaum Salafi mencemaskan pemerintah juga bakal melarang niqab. "Apakah Maroko mengarah pada pelarangan niqab telah dipakai perempuan muslim selama lima abad?" tulis Syekh Hasan Kittani di Facebook. "Jika benar itu sebuah bencana."

Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah berpose bareng Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, dalam sebuah acara di Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat, 17 Juli 2019. (Courtesy)

Bahrain penjarakan warganya tiga tahun karena bakar bendera Israel

Ini kali pertama negara Arab memenjarakan warganya lantaran membakar simbol negara Zionis itu.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dua warga Iran meninggal akibat terinfeksi virus corona

Ini kematian pertama penderita virus corona di Timur Tengah.

Pesawat Israel melintasi wilayah udara Sudan buat pertama kali

Khartum pada 5 Februari lalu menyatakan telah mengizinkan pesawat komersial Israel terbang melintasi wlayah udaranya.

Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu akan diadili pada 17 Maret atas dakwaan korupsi

Dia menjadi perdana menteri Israel pertama diadili saat masih menjabat.





comments powered by Disqus