kabar

Tidak ada warga Indonesia ditangkap terkait Teror Istanbul

Sampai saat ini belum diketahui apakah empat paspor Indonesia ditemukan di lokasi penggeledahan di Izmir itu asli atau tidak

12 Januari 2017 21:59

Meski ditemukan empat paspor Indonesia dalam sebuah penggrebekan oleh polisi Turki di Kota Izmir, juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir hari ini memastikan tidak ada warga negara Indonesia ditangkap terkait Teror Istanbul.

Serangan teror itu terjadi pada dini hari, 1 Januari lalu, di klub malam Reina di Kota Istanbul, Turki. Penembakan dilakukan seorang lelaki bersenjata Kalahsnikov itu menewaskan 39 orang dan melukai 69 lainnya.

Arrmanatha menjelaskan dalam penggrebekan di sebuah apartemen pada 4 Januari lalu itu, polisi Turki menangkap 40 orang dari berbagai negara dan menemukan empat paspor Indonesia. Dia menambahkan aparat berwenang Turki sudah memberitahukan soal penemuan paspor ini ke KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Ankara.

Polisi Turki menyampaikan pihaknya akan memeriksa dulu dokumen-dokumen itu, namun hingga kini pihak KBRI Ankara belum mengetahui hasilnya. "Fokus polisi saat ini adalah menangkap pelaku penembakan. Jadi yang ditemukan adalah bukti pendukung," kata Arrmanatha dalam jumpa pers mingguan di kantornya. "Apakah itu paspor asli atau bukan, sampai saat ini kita belum mendapatkan informasi."

Sampai sekarang pelaku penembakan di klub malam Reina masih buron. Polisi Turki meyakini tersangka hanya sendirian. Polisi juga sudah mengumumkan tersangka adalah warga negara Uzbekistan bernama Abdulkadir Masharipov.

Polisi Turki mengungkapkan ayah dua anak itu tiba di Istanbul dari Provinsi Konya pada 15 Desember. Menurut polisi, sebuah sel ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Konya berisi orang-orang Uzbekistan memberikan dukungan logistik kepada Masharipov, bernama samaran Abu Muhammad Khorasan.

Hasil penyelidikan kantor Kejaksaan Istanbul menyebutkan Masharipov sudah tinggal di Turki sejak 2011, seperti dilansir surat kabar Milliyet.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

Obyek wisata Bingkai Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, dibuka buat umum sejak 1 Januari 2018. (Supplied)

Penyanyi Israel jadi tamu kehormatan pangeran Abu Dhabi

Omer bahkan merayakan ulang tahunnya dengan pesta mewah digelar Syekh Hamad bin Khalifah di Kota Dubai.

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.





comments powered by Disqus