kabar

Hawa Minang di masjid nabi

Ustazah Suraiya Shafei mulai terlibat dalam pengajaran agama di Masjid Nabawi sejak 1999.

15 Januari 2017 17:35

Dia seolah menjadi penerus tiga ulama legendaris asal Indonesia begitu harum namanya di Arab Saudi: Syekh Junaid al-Batawi, Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani dan Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Ketiganya pernah menjadi imam besar di Masjid Al-Haram, Kota Makkah.

Dia adalah ustazah Suraiya Shafei, kelahiran Tabing (Padang), Sumatera Barat. Perempuan 66 tahun ini biasa berceramah di Masjid Nabawi, Madinah, saban hari kecuali Jumat. Lokasinya di pintu 25, 26, dan 28 dekat raudah atau makam Nabi Muhammad dengan jadwal tiga kali sehari: 07.15-07.45, 08.00-08.45, dan 11.30 hingga azan zuhur.

Suraiya bilang jamaah yang datang biasanya antara 40 hingga seratus orang. "Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, Singpura, Brunei, dan Thailand," kata Suraiya kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini.

Keterlibatan Suraiya dalam pengajaran agama di Masjid Nabawi sudah dimulai sejak 1999 sebagai guru membaca Al-Quran. Pada 2003, lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo ini mulai menjadi penerjemah dari ceramah-ceramah berbahasa Arab ke bahasa Melayu.

Dua tahun kemudian, Dia mulai ceramah saban Ramadan dan musim haji. Sejak dua tahun lalu, Suraiya ditugaskan bercerah tiap hari di masjid nabi itu.

Ceramah dia berikan bagi kaum hawa ingin menziarahi kubur Rasulullah itu meliputi tema soal kemurnian tauhid, adab dan tujuan berziarah, serta menyibukkan diri dengan beragam ibadah.    

Dia mendapat izin berceramah di Masjid Nabawi setelah mendapat lampu hijau dari Syekh Ibrahim al-Akhdar, imm Masjid Nabawi, dan Umar Hasan Falatah, rektor Universitas Raja Abdul Aziz cabang Madinah.

Situasi Mataf ( tempat tawaf di sekitar Kabah) sebelum dan sesudah wabah virus corona Covid-19 datang. (Twitter)

Tarawih pertama di Masjid Al-Haram cuma diikuti sekitar 200 jamaah

Salat tarawih di Masjid Al-Haram dan masjid Nabawi dipersingkat menjadi sepuluh rakaat plus witir. Tiap kali tarawih dipimpin dua imam bergantian.

Seorang jamaah sedang membaca Al-Quran di Masjid Nabawi, Kota Madinha, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Salat tarawih di Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi hanya untuk pengurus dan petugas kebersihan masjid

Salayt tarwih di kedua masjid itu dipersingkat menjadi sepuluh rakaat plus witir dari biasanya 20 rakaat plut tiga rakaat witir.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

Arab Saudi tutup Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi selama Ramadan

Alhasil, selama bulan puasa diperkirakan mulai Kamis pekan ini, tidak akan ada salat berjamaah lima waktu, salat Jumat, salat tarawih, itikaf, dan buka puasa bersama di Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi.

Sebanyak 450 orang bekerja bergiliran saban hari selama 24 jam untuk membersihkan dan mensterilkan Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Semua karpet dalam Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi digulung

Hingga kemarin, terdapat 767 orang terinfeksi Covid-19 di Arab Saudi, termasuk satu yang meninggal di Madinah.





comments powered by Disqus