kabar

Pengadilan Mesir tolak penyerahan dua pulau kepada Saudi

Tiran dan Sanafir masuk wilayah kedaulatan Mesir berdasarkan perjanjian pada 1906.

17 Januari 2017 15:52

Pengadilan Banding Tata Usaha Negara di Ibu Kota Kairo, Mesir, kemarin mengeluarkan putusan final, yakni menolak penyerahan dua pulau kepada Arab Saudi.

Kesepakatan penyerahan pulau Tiran dan Sanafir, berlokasi di mulut Teluk Aqabah, dicapai dalam kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke negara Nil itu April tahun lalu. Dalam lawatan ini Raja Salman menjanjikan bantuan ekonomi dan investasi senilai lebih dari US$ 20 miliar.

Para pejabat Saudi dan Mesir beralasan kedua pulau di Laut Merah itu sejatinya milik negara Kabah itu, namun diserahkan sementara kepada Mesir pada 1950 untuk perlindungan.

Rakyat Mesir menolak keputusan itu sehingga memicu ketegangan antara kedua negara. Hingga akhirnya September lalu Saudi menghentikan pasokan minyak ke Mesir tanpa batas waktu.

Dua pegacara hak asasi manusia ternama di Mesir, Khalid Ali dan Malik Adli, menggugat kesepakatan itu. Mereka beralasan Tiran dan Sanafir menjadi milik Mesir berdasarkan sebuah perjanjian diteken pada 1906, jauh sebelum Arab Saudi terbentuk.

Pengadilan Tata Usaha Negara memenangkan gugatan mereka Juni tahun lalu.

Khalid Ali menilai putusan pengadilan banding itu sudah final. "Jadi tidak dibolehkan bagi presiden, perdana menteri, kabinet, atau referendum menyerahkan kedua pulau ini," katanya. "Kedua pulau itu masuk wilayah Mesir dan tidak boleh diberikan kepada negara lain sesuai konstitusi Mesir."

Para pengunjung sidang bersorak gembira setelah hakim membacakan vonis. Mereka ramai-ramai menggendong Ali dan Adli keluar ruang sidang. 

Ratusan orang berkumpul di luar gedung pengadilan seraya mengibarkan bendera nasional meneriakkan slogan "Mesir, Mesir" dan "Roti, Kebebasan, Kedua pulau itu milik Mesir."

"Putusan pengadilan itu adalah kemenangan Mesir," ujar Adli.

Hingga kini belum ada tanggapan dari pemerintah Mesir.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

Obyek wisata Bingkai Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, dibuka buat umum sejak 1 Januari 2018. (Supplied)

Penyanyi Israel jadi tamu kehormatan pangeran Abu Dhabi

Omer bahkan merayakan ulang tahunnya dengan pesta mewah digelar Syekh Hamad bin Khalifah di Kota Dubai.

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.





comments powered by Disqus