kabar

Presiden Israel terima delegasi muslim dari Indonesia

Mereka berjumlah tujuh orang dan diterima di kediaman resmi Rivlin.

19 Januari 2017 14:35

Presiden Israel Reuven Rivlin kemarin pagi menerima delegasi muslim asal Indonesia di kediaman resminya, disebut Beit HaNassi, di kawasan Talbiyah, Yerusalem.

Rombongan ini terdiri dari tujuh orang. Perjalanan mereka ke negara Zionis ini diatur dan dibiayai oleh AIJAC, lembaga lobi Yahudi di Australia, seperti dilansir siaran pers Kementerian Luar Negeri Israel kemarin.

Dalam pertemuan itu, Rivlin - dipilih Knesset (parlemen Israel) pada Juli 2014 - bercerita leluhurnya sudah pindah ke Israel sejak dua abad lalu dan mereka sudah tinggal di Yerusalem bertahun-tahun. Dia bilang kaum Yahudi, Islam, dan Nasrani sudah hidup berdampingan di Yerusalem secara damai.

Presiden Israel memiliki masa jabatan tujuh tahun dan hanya boleh dipilih sekali. 

Rivlin menekankan bukanlah sebuah petaka penganut tiga agama besar itu hidup bersama di Yerusalem, malahan itu merupakan takdir Tuhan.

"Kami percaya Israel adalah negara Yahudi dan demokratis," katanya. "Demokrasi bukan hanya untuk orang Yahudi, tapi demokrasi untuk semua umat."

Dia menyayangkan ada banyak pihak, seperti Iran, Hizbullah, dan Hamas, terang-terangan menolak negara Israel atas nama Islam. "Padahal kami tidak berperang dengan Islam;" ujar Rivlin.

Hizbullah di Libanon dan Hamas di Palestina adalah dua milisi sokongan Iran buat memerangi negara Bintang Daud itu.

Rivlin meyakinkan ketujuh tamunya asal Indonesia itu, Israel menjamin hak beribadah semua penganut agama di Israel. "Propaganda anti-Israel disebarluaskan cuma upaya untuk memprovokasi dunia Islam untuk menolak Israel."

Dia berharap akan tercipta kerja sama dan interaksi lebih erat antara rakyat kedua negara. Dia menekankan hubungan antara rakyat Israel dan Indonesia amat penting bagi masa depan semua pihak.

Dalam sambutan mewakili delegasi, Profesor Istibsjarob mebgaku sangat terhormat bisa bertemu kepala negara Israel. Dia juga menekankan pentingnya dialog antar agama dan budaya.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.





comments powered by Disqus