kabar

Raja Salman akan berada di Indonesia selama 1-9 Maret

Kunjungan ini diyakini bakal meningkatkan nilai perdagangan dan investasi Saudi dalam jumlah amat besar.

19 Januari 2017 18:19

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dijadwalkan berada di Indonesia selama 1-9 Maret mendatang. Hal ini terungkap dalam rapat hari ini antara Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia dengan Khalid S. Halwani, Konsul Perdagangan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta.

Rapat itu bagian dari persiapan menyambut kunjungan Raja Salman. Dalam pertemuan itu, hadir Mohamad Bawazeer, Wakil Ketua Komite  Komite Tetap Timur Tengah dan OKI (Organisasi Konferensi Islam Kadin Indonesia, dan Muhammad Hasan, Ketua Komite Bilateral Arab Saudi Kadin Indonesia.

"Pada 1-3 Maret Raja Salman akan berada di Jakarta," kata Muhammad Hasan, Ketua Komite Bilateral Arab Saudi Kadin Indonesia, saat dihubungi Albalad.co lewat telepon selulernya sore ini. "Selama 6-9 Maret dia bakal berada di Bali."

Lawatan Raja Salman itu bakal menjadi kunjungan pertama penguasa negara Kabah itu dalam waktu hampir setengah abad, setelah kedatangan Raja Faisal bin Abdul Aziz pada 1970. Kehadiran raja ketujuh Saudi ini sekaligus membalas kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo pada September 2015.

"Kami sangat berharap kunjungan Raja Salman itu akan meningkatkan nilai perdagangan dan investasi Saudi di Indonesia dalam jumlah amat besar," ujar Hasan.

Dalam pertemuan dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah Selasa lalu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Usamah Muhammad asy-Syuaibi bilang rombongan Raja Salman ke Indonesia berjumlah 800 orang.

 

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Syekh Abdullah bin Zayid an-Nahyan saat berkunjung ke Jakarta pada November 2014. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA segera buka kedutaan di Tel Aviv

UEA, Amerika, dan Israel mengumumkan pembentukan Dana Ibrahim senilai lebih dari US$ 3 miliar untuk pembangunan di kawasan Timur Tengah.

Ladang minyak di Sudan. (medium.com)

Amerika akan hapus Sudan dari daftar negara penyokong terorisme

Pengumuman Trump melalui Twitter ini merupakan bagian dari kesepakatan lebih besar yakni, normalisasi hubungan Sudan dengan Israel.

Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum berpose bareng dua pengunjung Mal An-Nakhil di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, Selasa, 10 November 2015. (Twitter)

Kabinet UEA setujui perjanjian damai dengan Israel

Israel sudah merampungkan proses ratifikasi pekan lalu. Kalau UEA sudah melakoni hal serupa, maka hubungan diplomatik antara kedua negara sudah bisa dimulai.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA segera buka kedutaan di Tel Aviv

UEA, Amerika, dan Israel mengumumkan pembentukan Dana Ibrahim senilai lebih dari US$ 3 miliar untuk pembangunan di kawasan Timur Tengah.

20 Oktober 2020

TERSOHOR