kabar

Pimpinan MUI akan panggil dua pejabatnya ikut dalam rombongan ke Israel

Istibsyaroh dan Marsudi Syuhud terancam diberhentikan.

25 Januari 2017 10:59

Dalam rapat di kantornya kemarin, pimpinan MUI (Majelis Ulama Indonesia) membentuk sebuah komite untuk memanggil sekaligus meminta pertanggungjawaban dua pejabatnya ikut dalam rombongan ke Israel. Komite ini beranggotakan tiga orang, yakni Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid, Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas, dan Ketua Bidang Luar Negeri MUI Muhyidin Junaidi.

Menurut Muhyidin, komite ini bakal meminta klarifikasi dari Ketua Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Profesor Istibsyaroh dan Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama Marsudi Syuhud. "Setelah itu baru kami akan memberikan sanksi sesuai kesepakatan," kata Muhyidin saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya kemarin.  

Istibsyaroh dan Marsudi termasuk dalam delegasi muslim melawat ke Israel. Selama kunjungan ke negara Zionis itu, mereka Rabu pekan lalu diterima Presiden Israel Reuven Rivlin di kediaman resminya di Kota Yerusalem.

Lawatan tokoh-tokoh muslim, termasuk dua pejabat MUI itu, memicu polemik lantaran Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik. Kunjungan mereka juga bertentangan prinsip pemerintah tidak mau mengakui negara Bintang daud tersebut.

Muhyidin memastikan sanksi bakal diterima keduanya kalau tidak mau mengundurkan diri adalah diberhentikan.

Dihubungi terpisah, Anwar Abbas bilang keduanya akan dipanggil bersamaan, namun waktunya belum bisa ditentukan karena salah satunya masih menjalani ibadah umrah.   

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Syekh Abdullah bin Zayid an-Nahyan saat berkunjung ke Jakarta pada November 2014. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA segera buka kedutaan di Tel Aviv

UEA, Amerika, dan Israel mengumumkan pembentukan Dana Ibrahim senilai lebih dari US$ 3 miliar untuk pembangunan di kawasan Timur Tengah.

Ladang minyak di Sudan. (medium.com)

Amerika akan hapus Sudan dari daftar negara penyokong terorisme

Pengumuman Trump melalui Twitter ini merupakan bagian dari kesepakatan lebih besar yakni, normalisasi hubungan Sudan dengan Israel.

Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum berpose bareng dua pengunjung Mal An-Nakhil di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, Selasa, 10 November 2015. (Twitter)

Kabinet UEA setujui perjanjian damai dengan Israel

Israel sudah merampungkan proses ratifikasi pekan lalu. Kalau UEA sudah melakoni hal serupa, maka hubungan diplomatik antara kedua negara sudah bisa dimulai.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA segera buka kedutaan di Tel Aviv

UEA, Amerika, dan Israel mengumumkan pembentukan Dana Ibrahim senilai lebih dari US$ 3 miliar untuk pembangunan di kawasan Timur Tengah.

20 Oktober 2020

TERSOHOR