kabar

Kuwait eksekusi mati anggota keluarga kerajaan

Syekh Faisal divonis mati pada 2010 karena membunuh keponakannya.

25 Januari 2017 12:30

Kuwait hari ini melaksanakan hukuman mati terhadap tujuh narapidana, termasuk anggota keluarga kerajaan, di penjara pusat. Eksekusi dilakukan dengan cara digantung.

Salah satu yang dieksekusi adalah Syekh Faisal Abdullah as-Sabah. Pengadilan memvonis dia dengan hukuman mati pada 2011 karena terbukti membunuh keponakannya, Syekh Basil Salim Sabah as-Salim al-Mubarak as-Sabah.

Syekh Faisal juga terbukti bersalah memiliki sebuah senjata api dan amunisi tanpa izin.

Enam orang lainnya dieksekusi adalah dua warga Mesir dan masing-masing satu warga Kuwait, Bangladesh, Ethiopia, dan Filipina, seperti dilansir surat kabar Ar-Rai.

Ini kali pertama seorang anggota keluarga kerajaan Kuwait dieksekusi.

Keluarga tujuh narapidana dieksekusi kemarin dibolehkan mengunjungi mereka.

Syekh Faisal tadinya kapten di angkatan darat Kuwait, sedangkan Syekh Basil tidak memegang jabatan dalam pemerintahan.

 

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Israel  Muhammad al-Khaja. (Kementerian Luar Negeri UEA)

Duta besar UEA serahkan surat tugas kepada presiden Israel Selasa pekan depan

Sedangkan Duta Besar Israel buat UEA Eitan Naeh sudah bertugas srjak bulan lalu. 

Surat perintah Jaksa Agung Arab Saudi Saud bin Abdullah al-Muajib buat menangkap Dr. Usamah al-Hasani. Dia ditangkap di Maroko. (Twitter)

Maroko tangkap tokoh Saudi atas perintah pemerintah Saudi

Penangkapan Usamah itu atas surat perintah bertanggal 21 Februari 2021 dikeluarkan oleh Jaksa Agung Arab Saudi Saud bin Abdullah al-Muajib.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Amerika beri sanksi terhadap 18 pembunuh Khashoggi kecuali Bin Salman sebagai pemberi perintah

Blinken menyatakan 18 orang itu tidak boleh memasuki Amerika hingga waktu tidak ditentukan. Sedangkan Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan membekukan aset mereka di Amerika atau aset mereka dikontrol oleh warga Amerika.





comments powered by Disqus