kabar

Kuwait eksekusi mati anggota keluarga kerajaan

Syekh Faisal divonis mati pada 2010 karena membunuh keponakannya.

25 Januari 2017 19:30

Kuwait hari ini melaksanakan hukuman mati terhadap tujuh narapidana, termasuk anggota keluarga kerajaan, di penjara pusat. Eksekusi dilakukan dengan cara digantung.

Salah satu yang dieksekusi adalah Syekh Faisal Abdullah as-Sabah. Pengadilan memvonis dia dengan hukuman mati pada 2011 karena terbukti membunuh keponakannya, Syekh Basil Salim Sabah as-Salim al-Mubarak as-Sabah.

Syekh Faisal juga terbukti bersalah memiliki sebuah senjata api dan amunisi tanpa izin.

Enam orang lainnya dieksekusi adalah dua warga Mesir dan masing-masing satu warga Kuwait, Bangladesh, Ethiopia, dan Filipina, seperti dilansir surat kabar Ar-Rai.

Ini kali pertama seorang anggota keluarga kerajaan Kuwait dieksekusi.

Keluarga tujuh narapidana dieksekusi kemarin dibolehkan mengunjungi mereka.

Syekh Faisal tadinya kapten di angkatan darat Kuwait, sedangkan Syekh Basil tidak memegang jabatan dalam pemerintahan.

 

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.

Pegasus, aplikasi telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Aplikasi sadap bikinan Israel bobol WhatsApp

Setelah berhasil masuk ke sebuah telepon seluler, Pegasus menguasai kamera, mikropon, surat elektronik, daftar kontak, pesan, dan sebagainya.





comments powered by Disqus