kabar

Aliansi Anti Perang tolak lawatan Raja Salman ke Indonesia

Mereka menuding penguasa negara Kabah itu sebagai penjahat perang dan kemanusiaan.

26 Januari 2017 12:45

Gerakan sipil dan kemanusiaan bernama Aliansi Anti Perang menolak lawatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Indonesia. Mereka menuding penguasa negara Kabah itu sebagai penjahat perang dan kemanusiaan.

Massa dari Aliansi Anti Perang siang ini akan berdemonstrasi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Mereka akan meneken pernyataan penolakan kunjungan Raja Salman di atas kain putih raksasa.

Pengumpulan penandatanganan anti-Salman ini direncanakan saban Ahad. Nantinya akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo sepekan sebelum kedatangan raja ketujuh Saudi itu.

Raja Salman dijadwalkan datang ke Indonesia awal Maret. Dia akan berada di Indonesia selama 1-9 Maret 2016.

Aliansi Anti Perang menegaskan Raja Salman bertanggung jawab atas perang berkepanjangan di Yaman dan Suriah. Aliansi menuduh Raja Salman melanjutkan para pendahulunya memecah belah umat Islam atas dasar perbedaan agam dan mazhab.

"Serangan mesin perang Saudi membunuhi warga sipil, terutama anak-anak, perempuan, dan orang tua," kata Aliansi Anti Perang dalam siaran pers diterima Albalad.co hari ini. "Kejahatan Saudi lainnya adalah menyokong para pemberontak menyerang Irak dan Suriah."

Perang Suriah sejak Maret 2011 telah menewaskan setengah juta orang dan memaksa sebelas juta lainnya mengungsi. Perang Yaman sejak Maret 2015 sudah nembunuh belasan ribu orang.

Sebagian pihak menilai kedua perang itu wujud dari persaingan Saudi dan Iran dalam memperebutkan pengaruh di Timur Tengah.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.





comments powered by Disqus