kabar

Eks pejabat Kementerian Keuangan Indonesia berupaya bergabung dengan ISIS

Dia bersama istri dan tiga anaknya meninggalkan Indonesia pada 15 Agustus 2016 dan ditangkap di Turki 16 Januari lalu.

27 Januari 2017 01:07

Mantan pejabat Kementerian Keuangan Indonesia dan keluarganya dideportasi dari Turki karena berupaya menyeberang ke Suriah untuk bergabung dengan milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Menurut sejumlah pejabat senior Indonesia, pemulangan itu dilakukan empat hari setelah 17 warga Indonesia - juga ingin bergabung dengan ISIS di Suriah - dideportasi dari Turki.

Eks pejabat tidak ditulis namanya itu, bersama istri dan tiga anaknya berusia tiga hingga 12 tahun, tiba di Bali Selasa lalu setelah terbang dari Kota Istanbul, Turki dengan maskapai Emirates Airlines. Polisi kemudian menahan mereka.

Seorang pejabat senior Indonesia bilang lelaki itu tadinya memiliki jabatan penting di Kementerian Keuangan. Dia lulusan beberapa sekolah dan kampus unggulan dan meraih gelar Magister Kebijakan Publik dari Flinders University di Kota Adelaide, Australia. "Dia memiliki kehidupan mapan di Indonesia...memiliki pekerjaan bagus, secara ekonomi stabil," katanya kepada Channel News Asia.

Sumber sama mengungkapkan lelaki itu menjual rumahnya sebagai bekal untuk berangkat ke Suriah bareng keluarganya. Dia beralasan ingin hidup dalam khilafah islamiyah.

Keluarga ini meninggalkan Indonesia pada 15 Agustus 2016. Mereka pertama terbang ke Thailand untuk menghindari kecurigaan aparat keamanan. Tiga hari kemudian baru mereka terbang ke Istanbul.

Di Istanbul, mereka dijemput seorang pria Indonesia berinisial I, kemudian membawa mereka ke rumah aman. Selama menetap di Istanbul keluarga mantan pejabat ini tinggal beberapa kali pindah rumah.

Sumber keamanan itu menyebutkan mereka ditangkap dalam penyerbuan oleh militer Turki pada 16 Januari lalu. lalu dibawa ke kantor polisi. "Mereka sempat ditahan sepekan sebelum dideportasi," ujarnya.

Beberapa pejabat kontraterorisme di Indonesia memperkirakan 700-1.000 orang Indonesia berada di Suriah.

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video dilansir pada 29 April 2019. (Twitter)

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video

Dia terakhir kali tampil di depan publik saat berkhotbah Jumat di Mosul pada 2014.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

80 warga Indonesia eks ISIS terjebak di kamp Kurdi

Pemerintah akan memverifikasi status kewarganegaraan mereka.

Wilayah dikuasai ISIS. (govexec.com)

Trump umumkan kemenangan atas ISIS

Amerika segera menarik pasukannya dari Suriah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

17 warga Indonesia selamat meski ISIS serbu Marawi

Jihadis ISIS asal Indonesia tewas dalam pertempuran dengan pasukan Filipina.





comments powered by Disqus