kabar

Pengadilan Makkah batalkan kasus derek jatuh di Masjid Al-Haram

Insiden di musim haji 2015 menewaskan 110 jamaah. Santunan bagi keluarga korban belum diberikan.

27 Januari 2017 21:34

Pengadilan di Kota Makkah, Arab Saudi, kemarin membatalkan kasus derek raksasa jatuh di kompleks Masjid Al-Haram.

Dalam sidang dihadiri 13 terdakwa, jaksa, dan kuasa hukum terdakwa, dua dari tiga anggota majelis hakim menyatakan pengadilan tidak memiliki kewenangan untuk mengadili kasus itu.

Selama beberapa kali sidang dan proses penyelidikan, perusahaan bertanggung jawab atas tragedi itu, Saudi Binladin Group, menyatakan kondisi cuaca sulit diprediksi menjadi penyebab jatuhnya sebuah derek raksasa dipakai dalam proyek perluasan Masjid Al-Haram.

Binladin Group menekankan dalam sejam ketika derek itu jatuh terjadi 50 kali petir di Makkah. Ini berlangsung selama hujan deras disertai angin kencang. Suhu udara anjlok dari 45 menjadi 21 derajat Celcius.

Jaksa menegaskan pengadilan mempunyai yurisdiksi untuk menangani kasus ini sesuai perintah Raja Salman bin Abdul Aziz, karena ada korban meninggal, kerusakan dalam masjid, dan kecerobohan.

Tidak lama setelah kejadian, Raja Salman memutus semua kontrak proyek pemerintah dengan Binladin Group. Penguasa negara Kabah ini memastikan perusahaan konstruksi terbesar di Saudi itu tidak lagi mendapat proyek pemerintah.

Namun setahun kemudian Raja Salman mencabut sanksi bagi Binladin Group. Alasannya, tidak ada perusahaan konstruksi mampu menangani beragam proyek raksasa seperti Binladin Group.

Raja Salman juga belum memenuhi janji santunan untuk keluarga korban meninggal dan cedera, termasuk dari Indonesia.

Dua pekan setelah derek jatuh di Masjid Al-Haram, muncul tragedi Mina. Tabrakan arus jamaah haji saat prosesi pelemparan jumrah ini menewaskan lebih dari 2.400 orang. Hampir dua tahun musibah berlalu, Arab Saudi juga belum mengumumkan hasil investigasinya.

 

Syekh Bandar Abdul Aziz Balila, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tangkap satu lagi imam Masjid Al-Haram

Alhasil, sudah dua imam Masjid Al-Haram ditahan setelah Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib dibekuk bulan lalu.

Imam Masjid Al-Haram Syekh Faisal bin Jamil al-Ghazawi. (Twitter)

Satu lagi imam Masjid Al-Haram dilarang berdakwah

Sudah dua imam Masjid Al-Haram dilarang berdakwah dan satu lagi ditahan.

Syekh Khalid bin Ali al-Ghamdi, salah satu imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi larang imam Masjid Al-Haram berdakwah

Arab Saudi bulan lalu menangkap Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, juga salah satu imam Masjid Al-Haram.

Sebuah alat derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat, 11 September 2015. (Arab News)

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

14 Desember 2018

TERSOHOR