kabar

Korban kebijakan antimuslim Trump mulai berjatuhan

Sejumlah warga Iran ditahan di bandar udara di Amerika Serikat.

29 Januari 2017 09:27

Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melarang imigran dari tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim mulai memakan korban.

Sejumlah warga Iran dan pengungsi ditahan di bandar udara di Amerika tidak lama setelah mendarat, seperti dilansir surat kabar the New York Times. Padahal mereka memiliki visa Amerika.

Di Bandar Udara Internasional Kairo di Ibu Kota Kairo, Mesir, lima warga Yaman dan satu orang Irak dilarang menaiki pesawat akan membawa mereka ke New York. Beberapa sumber bilang keenam orang ini tidak boleh memasuki pesawat Egypt Air bernomor penerbangan 985.

Trump kemarin atau Jumat malam waktu setempat meneken surat keputusan melarang imigran dari tujuh negara muslim, yakni Iran, Irak, Yaman, Suriah, Libya, Sudan, dan Somalia memasuki Amerika. Larangan ini berlaku 90 hari.

Keputusan itu juga mencakup larangan atas pengungsi dari semua negara selama 120 hari. Sedangkan kebijakan serupa terhadap pengungsi Suriah berlaku tanpa batas waktu.

Trump mengakui dia lebih mengutamakan menerima pengungsi Kristen asal Timur Tengah.

 

Dato Tahir bareng istri, anak, menantu, dan cucu bercengkerama dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 2 Oktober 2019. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Dato Tahir: Membantu pengungsi membuat saya makin bersyukur

"Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujar Dato Tahir. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

Ahmad az-Zuabi, 14 tahun, bocah pengungsi asal Suriah, tewas terjatuh karena dikejar polisi di Beirut. Dia dituduh mencuri. (Al-Arabiya)

Bocah pengungsi Suriah tewas terjatuh karena dikejar polisi Libanon

Ahmad dituduh maling tapi tidak ada penjelasan barang apa, di mana, dan kapan dia mencuri.

Militer Israel memberikan pertolongan pertama terhadap satu dari empat anak yatim piatu Suriah menjadi korban luka dalam perang, sebelum dilarikan ke rumah sakit di Israel pada 29 Juni 2018. )the Israel Defense Forces)

Israel rawat empat anak yatim piatu Suriah

Jumlah pengungsi Suriah di perbatasan dengan israel di Dataran Tinggi Golan meningkat menjadi sekitar 270 ribu orang.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, 4 tahun, anak pengungsi Suriah tinggal di sebuah kamp di Lembah Bekaa, Libanon, 11 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel kirim 300 tenda dan 30 ton makanan bagi pengungsi Suriah

Selama 2016-2017, Israel sudah menggelontorkan 360 ton makanan untuk pengungsi Suriah.





comments powered by Disqus