kabar

Pangeran Saudi angkut 80 elang dalam pesawat

Sudah lazim di Timur Tengah elang bisa dibawa masuk ke dalam kabin pesawat.

31 Januari 2017 11:24

Seorang pangeran Arab Saudi tidak disebut namanya telah mengangkut 80 elang dengan pesawat penumpang, kemungkinan untuk keperluan berburu.

Sebanyak 80 elang itu, dalam keadaan sayap terikat, masing-masing menempati satu kursi. Foto 80 elang dalam kabin pesawat itu disebarluaskan lewat oleh pengguna Reddit bernama lensoo. Dia mengaku mendapat foto itu dari temannya menjadi pilot.

Diduga 80 elang itu diterbangkan menggunakan pesawat Qatar Airways. Maskapai asal Qatar ini memang membolehkan hingga enam elang diangkut di kelas ekonomi. Tarifnya 90 sampai 500 pound sterling per burung tergantung tujuan.

Maskapai Etihad juga mengizinkan elang diangkut dalam pesawat penumpang.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

Obyek wisata Bingkai Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, dibuka buat umum sejak 1 Januari 2018. (Supplied)

Penyanyi Israel jadi tamu kehormatan pangeran Abu Dhabi

Omer bahkan merayakan ulang tahunnya dengan pesta mewah digelar Syekh Hamad bin Khalifah di Kota Dubai.

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.





comments powered by Disqus