kabar

Melihat dalam gelap di Khasyaba

Sekitar 60 persen penduduk Desa Khasyaba hanya bisa melihat kalau malam.

06 Februari 2017 15:56

Berlokasi jauh dari perang telah meluluhlantakkan Yaman sejak Maret 2015, Desa Khasyaba di Provinsi Lahij dibekap fenomena langka. Sebanyak 145 orang atau 60 persen dari total penduduk desa ini hanya bisa melihat ketika matahari sudah terbenam dan saat gelap gulita.

Kondisi desa dibarat daya Ibu Kota Sanaa ini benar-benar mengenaskan. Banyak warganya kelewat miskin, kekurangan air dan tanpa listrik. 

Bila matahari terbit, pandangan mereka kabur. Tapi fenomena itu tidak ditemukan di wilayah lain di Yaman. Sejumlah dokter bilang kelainan ini adalah cacat bawaan.

Dr Husain an-Nufaili, telah meneliti fenomena tersebut, mengatakan kepada Al-Arabiya, kelainan genetik ini mempengaruhi organ penerima cahaya matahari di retina.

Dia menjelaskan ada dua jenis penerima cahaya dalam retina, yakni penerima cahaya kala siang dan waktu malam. Dia menekankan kerusakan lima persen saja di bagian penerima cahaya matahari, bisa menyebabkab kebutaan kala siang.

Nufaili menambahkan kelainan pada otot kerucut bisa mengakibatkan mata sensitif atas cahaya dan buta warna.

Menurut dia, kelainan bawaan itu tidak ada obatnya. Penderita cukup memakai kacamata khusus saban siang untuk mengurangi sensitivitas mata atas cahaya.

Pohon Natal dipajang dalam  the Big Fashion Mall di Kota Ashdod, selatan Israel. (Courtesy)

Pejabat Yahudi ultra-ortodoks desak mal singkirkan pohon Natal

Meski Natal hari suci bagi umat Nasrani, namun bukan hari libur di Israel.

Gereja di Ibu Kota Teheran, Iran, 5 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Iran tangkap 114 warganya karena murtad

Iran memang membebaskan warganyan beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing, tapi orang Islam murtad adalah sebuah kejahatan. Hukumannya penjara lebih dari sepuluh tahun.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu targetkan buka hubungan diplomatik dengan Arab Saudi tahun depan

Banyak negara Arab ingin bekerjasama dengan Israel dalam sektor keamanan dan pertahanan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Oman dan Sudan izinkan wilayah udara mereka dilintasi pesawat Israel

Klaim Netanyahu ini sekaligus membuktikan kian mesranya hubungan antara negara-negara berpenduduk mayoritas muslim dengan Israel.





comments powered by Disqus