kabar

Imam besar Al-Azhar puji Islam damai disebarluaskan Indonesia

Saat ini ada sekitar 3.500 mahasiswa Indonesia berkuliah di Al-Azhar.

06 Februari 2017 20:00

Saat menerima Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kemarin di kantornya di Ibu Kota Kairo, Mesir, Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Muhammad Ahmad at-Tayyib memuji peran Indonesia dalam menyebarluaskan Islam damai ke seluruh dunia.

Syekh Tayyib dan Retno sepakat begitu banyak tantangan dihadapi kaum muslim saat ini. Karena itu, perlu kerja sama erat semua unsur di dunia Islam buat mendorong terciptanya kondisi kondusif bagi perdamaian, stabilitas, dan pembangunan inklusif, tidak saja di negara negara Islam namun juga di dunia.  

"Indonesia dan Al-Azhar akan bekerja sama untuk melakukan dialog antar agama dan antar komunitas, menyebarkan nilai-nilai Islam damai," kata Retno usai bertemu Syekh Tayyib, seperti dilansir siaran pers diterima Albalad.co malam ini.

Kedua tokoh juga membahas situasi keamanan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, bergolak sejak Oktober tahun lalu. Etnis minoritas muslim Rohingya di Rakhine menjadi korban akibat konflik sektarian dengan kaum Buddha minoritas di negara itu.

Syekh Tayyib bilang situasi di Rakhine State sangat kompleks dan tidak akan dapat diselesaikan hanya dengan memberi fokus pada kepentingan komunitas tertentu atau melalui teriakan-teriakan moral tanpa langkah konkrit. Sebab itu, dia menghargai langkah Indonesia selama ini untuk mendukung Myanmar menyelesaikan masalah di Rakhine melalui pendekatan inklusif.

Syekh Tayyib menekankan Al-Azhar siap bekerja sama dengan Indonesia, Myanmar, dan negara lainnya untuk membantu membuat situasi di Rakhine lebih baik.

Dalam pertemuan itu, Retno secara khusus menyampaikan apresiasi atas dukungan diberikan Al-Azhar kepada sekitar 3.500 mahasiswa Indonesia saat ini berkuliah di kampus Islam tertua di dunia itu dan menjadi rujukan.

Al-Azhar dibentuk pada 970 atau 972 ketika Dinasti Fatimiyah berkuasa di Mesir. Universitas ini dibangun untuk menjadi pusat pendidikan Al-Quran dan hukum Islam.

Retno juga meminta perhatian Syekh Tayyib soal perlindungan keamanan bagi mahasiswa Indonesia, mengingat terjadinya beberapa tindakan kriminal menimpa mereka. Syekh Tayyib berjanji memperhatikan masalah ini dan berkoordinasi dengan otoritas keamanan.

 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Iran saat jumpa pers usai pertemuan di kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta, 6 September 2019. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Zarif sebut sanksi ekonomi diterapkan Amerika merupakan tindakan terorisme

Prinsip penghormatan terhadap kedaulatan wilayah negara dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain perlu terus dihormati.

Masjid Al-Azhar di Ibu Kota Kairo, Mesir. (islamicgps.com)

Mahasiswi Al-Azhar Kairo diberhentikan karena peluk pacar

"Berpelukan antara lelaki dan perempuan belum menikah melanggar nilai-nilai dan prinsip dalam masyarakat."

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar Indonesia untuk Libanon berpose bareng seratus personel angkatan laut pasukan Garuda di depan KRI Usman Harun di Pelabuhan Beirut, 25 Februari 2018. ( Biro Pers Kemlu)

Menteri Retno ajak pasukan Garuda jaga perdamaian di Libanon Selatan

Ini merupakan lawatan kedua menteri luar negeri Indonesia ke pasukan garuda setelah Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda pada 2007, ketika pasukan Garuda pertema kali bertugas di Libanon Selatan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didampingi Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy rachmianto bertemu Raja Abdullah di Istana Al-Husainiyah di Ibu Kota Amman, Yordania, 4 Oktober 2017. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Menteri Retno dan Raja Abdullah serukan persatuan negara-negara muslim

Keduanya sepakat meningkatkan kerja sama kedua negara dalam menanggulangi terorisme dan radikalisme.





comments powered by Disqus