kabar

Di Kuwait, Lindsay Lohan mengaku telah rajin salat

Aktris asal Amerika ini pertama kali terlihat membawa Al-Quran di depan publik pada 2015.

07 Februari 2017 09:44

Aktris asal Amerika Serikat Lindsay Lohan mengaku sudah melaksanakan salat lima waktu. Pengakuan mengejutkan ini dia sampaikan saat menjadi tamu dalam acara dialog bertajuk Siwar Syuaib dipandu presenter Syuaib Rasyid di Kuwait.

Lindsay bilang dia sudah lama tertarik dan belajar soal Islam. Dia pertama kali terlihat membawa Al-Quran di depan publik pada 2015 di Brooklyn, New York, Amerika. 

Pada acara dialog itu, Lindsay juga mengklaim sudah berpuasa Ramadan dan membaca Al-Quran 15 halaman.

Siwar Syuaib adalah program bincang-bincang bertema hiburan. Acara ini disiarkan lewat YouTube dengan sekitar 40 juta penonton selama 2013-2016.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

Obyek wisata Bingkai Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, dibuka buat umum sejak 1 Januari 2018. (Supplied)

Penyanyi Israel jadi tamu kehormatan pangeran Abu Dhabi

Omer bahkan merayakan ulang tahunnya dengan pesta mewah digelar Syekh Hamad bin Khalifah di Kota Dubai.

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.





comments powered by Disqus