kabar

Turki gelar referendum April

Kalau konstitusi baru disetujui, Erdogan bisa berkuasa hingga 2029.

12 Februari 2017 04:20

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Turki kemarin mengumumkan referendum atas perubahan konstitusi  bakal digelar pada 16 April.

Dalam pidato disiarkan televisi, Ketua KPU Sadi Guven bilang jadwal referendum itu sudah pasti setelah konstitusi baru dituangkan dalam lembaran resmi negara. 

Guven menjelaskan dua warna - putih dan coklat akan digunakan dalam kertas suara. Putih untuk ya dan coklat buat tidak.

Erdogan Jumat lalu meneken undang-undang amandemen konsitusi tersebut, sebagai langkah menuju referendum.

Sebanyak 18 pasal dalam konstitusi baru itu akan memberikan kekuasaan presiden sebagai eksekutif untuk pertama kali dalam sejarah Turki modern.

Amandemen itu memberikan presiden kewenangan untuk mengeluarkan dekrit, mengumumkan keadaan darurat, membubarkan parlemen, dan Erdogan bisa berkuasa hingga 2029.

Jika sebagian besar rakyat Turki setuju terhadap konstitusi baru ini, jabatan perdana menteri akan dihapus.

Pemerintah bilang perubahan konstitusi diperlukan supaya kepemimpinan berjalan efektif, tapi oposisi menilai itu bisa membikin Erdogan menjadi diktator.

Kedutaan Besar Turki di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Twitter)

Erdogan: Kami ingin hubungan lebih baik dengan Israel

Turki adalah negara muslim pertama mengakui Israel dan menjalin hubungan resmi sejak 1949.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ucapkan selamat Natal

Erdogan dijadwalkan berkunjung ke Indonesia tahun depan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)

Erdogan ubah lagi museum bekas gereja jadi masjid

Museum di Chora itu tadinya Gereja Yunani Ortodoks St. Saviour, peninggalan kerajaan Byzantium





comments powered by Disqus