kabar

Arab Saudi bulan ini akan izinkan pusat kebugaran perempuan beroperasi

Targetnya adalah pusat kebugaran bagi perempuan itu bisa dibuka di tiap distrik dan permukiman

12 Februari 2017 23:06

Arab Saudi akhir bulan ini akan mulai mengizinkan pusat kebugaran khusus kaum hawa beroperasi di negara Kabah itu.

Puteri Rima binti Bandar, wakil presiden urusan perempuan di otoritas olahraga, bilang targetnya adalah pusat kebugaran bagi perempuan itu bisa dibuka di tiap distrik dan permukiman, seperti dilansir surat kabar Okaz.

Pusat kebugaran khusus bagi kaum hawa ini tidak boleh dilengkapi olahraga jenis pertandingan, seperti sepak bola, bola voli, bola basket, dan tenis.

Tiga kementerian - tenaga kerja, pedesaan, dan perdagangan - akan dilibatkan dalam proses pengeluaran izin untuk membuka pusat kebugaran perempuan.

"Bukan tugas saya meyakinkan masyarakat," kata Puteri Rima. "Peran saya hanya membuka kesempatan bagi kaum perempuan kita untuk hidup sehat, bergaya hidup jauh dari penyakit akibat kegemukan dan malah bergerak."

Ilustrasi perempuan Arab sedang berbicara di telepon seluler. (Arab News)

Perempuan Saudi dilarang bekerja karena bercadar

Bin Salman membolehkan kaum hawa di negara Kabah itu tidak berabaya di tempat umum.

Perempuan Arab Saudi di stadion. (Saudi Gazette)

Saudi izinkan perempuan jadi tentara

Perempuan Saudi kini boleh masuk angkatan bersenjata dan menjadi prajurit, kopral, atau sersan.

Perempuan Arab Saudi pada 1970-an. (Arab News)

Sebelum terjadi penyerbuan Masjid Al-Haram pada 1979, perempuan Saudi tidak wajib berabaya dan berjilbab

"Kami bisa mengenakan baju sepinggang dipadu rok bermacam warna," kenang Manal Aqil.

Masyail al-Jalud, perempuan Arab Saudi berumur 33 tahun, pelesiran ke mal di Kota Jeddah mengenakan blus dan rok pada September 2019. (Twitter)

Tolak berabaya, perempuan Saudi pelesiran ke mal pakai blus dan rok

Bin Salman menyebut Islam tidak mewajibkan perempuan berabaya dan berjilbab serba hitam.





comments powered by Disqus